Strategi Debt Switch 2026: BI dan Kemenkeu Kelola Utang Rp173,4 Triliun
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan kembali memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas pasar keuangan melalui skema debt switch atau pertukaran Surat Berharga Negara (SBN). Pada tahun 2026 ini, transaksi pertuk…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan kembali memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas pasar keuangan melalui skema debt switch atau pertukaran Surat Berharga Negara (SBN).
Pada tahun 2026 ini, transaksi pertukaran tersebut direncanakan menyasar SBN yang jatuh tempo dengan total nilai mencapai Rp173,4 triliun.
Langkah ini diambil sebagai strategi proaktif untuk mengelola profil jatuh tempo utang negara agar tidak menumpuk di satu waktu tertentu, dilansir pada 22 Februari 2026.
Skema debt switch ini dilakukan melalui mekanisme bilateral di pasar sekunder, di mana BI akan membeli SBN dari pelaku pasar sebelum tanggal jatuh tempo.
Proses ini akan dilakukan secara bertahap sepanjang tahun 2026 dengan mempertimbangkan kondisi likuiditas pasar dan dinamika ekonomi global.
Metode ini terbukti efektif pada periode-periode sebelumnya (2021, 2022, dan 2025) dalam menjaga keseimbangan antara kebijakan fiskal dan moneter yang pruden.
Penerbitan SBN merupakan instrumen krusial bagi pemerintah untuk menutupi defisit APBN 2026 yang ditargetkan sebesar 2,68% dari PDB. Dengan adanya kolaborasi antara BI dan Kemenkeu, diharapkan risiko pasar dapat diminimalisir sehingga integritas pasar tetap terjaga.
Koordinasi berkala tetap dilakukan untuk memastikan bahwa setiap transaksi tetap mengacu pada prinsip transparansi dan tidak mengganggu mekanisme pasar yang sehat, sekaligus memberikan kepastian bagi para investor.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.