Fakta Nasional

Strategi Mudik Tenang: Manfaatkan WFA 25-27 Maret 2026 untuk Hindari Macet

FAKTANASIONAL.NET - Pemerintah resmi memberikan fleksibilitas bagi pekerja melalui kebijakan Work From Anywhere (WFA) guna mengurai kepadatan arus balik Lebaran 2026. Langkah ini diambil agar transisi dari masa libur ke rutinitas kantor berjalan leb…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 25 March 2026 📖 1 menit

FAKTANASIONAL.NET - Pemerintah resmi memberikan fleksibilitas bagi pekerja melalui kebijakan Work From Anywhere (WFA) guna mengurai kepadatan arus balik Lebaran 2026.

Langkah ini diambil agar transisi dari masa libur ke rutinitas kantor berjalan lebih lancar dan aman.

Prediksi Puncak Arus Balik (Korlantas Polri)

Berdasarkan data Korlantas, kepadatan kendaraan akan terbagi dalam dua gelombang besar:

  • Gelombang I: Selasa, 24 Maret 2026 (Hari ini).

  • Gelombang II: Sabtu - Minggu, 28 - 29 Maret 2026.

"Pembagian ini dilakukan agar kepadatan kendaraan di jalan raya dapat terurai lebih merata," jelas Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho.

Fasilitas WFA: Landasan Hukum Resmi

Bagi Anda yang ingin menunda kepulangan ke Jabodetabek tanpa memotong jatah cuti, berikut adalah dasar hukum yang berlaku untuk bekerja dari rumah/lokasi mudik pada 25-27 Maret 2026:

  1. Aparatur Sipil Negara (ASN): Diatur dalam SE Menteri PANRB Nomor 2 Tahun 2026 tentang penyesuaian tugas kedinasan pasca-libur nasional.

  2. Pegawai Swasta: Merujuk pada SE Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/2/HK.04/II/2026.

Rekomendasi Perjalanan

Kementerian Perhubungan dan Korlantas Polri menyarankan pemudik untuk melakukan perjalanan balik pada masa "jeda" puncak arus, yaitu:

  • Rabu, 25 Maret 2026

  • Kamis, 26 Maret 2026

  • Jumat, 27 Maret 2026

Dengan memanfaatkan jadwal WFA ini, Anda bisa tetap produktif bekerja dari kampung halaman sembari menunggu lalu lintas benar-benar melandai sebelum kembali ke kantor di ibu kota.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK