Fakta Nasional

Strategi Pemerintah Kejar Target Pajak Rp2.693 Triliun di APBN 2026

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pemerintah secara resmi menetapkan target penerimaan pajak yang ambisius untuk tahun anggaran 2026. Berdasarkan UU Nomor 17 Tahun 2025, sektor perpajakan diproyeksikan menyumbang Rp2.693,7 triliun. Angka ini menjadi pila…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 09 January 2026 📖 1 menit
Strategi Pemerintah Kejar Target Pajak Rp2.693 Triliun di APBN 2026
uru Sita Pajak Negara (JSPN) KPP Pratama Jakarta Kebayoran Baru Satu melakukan koordinasi dan penandatanganan berita acara penyitaan dua rekening milik PT AG di Kantor Bank BNI Cabang Pembantu Hang Lekir, Jakarta Selatan./(pixabay)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pemerintah secara resmi menetapkan target penerimaan pajak yang ambisius untuk tahun anggaran 2026.

Berdasarkan UU Nomor 17 Tahun 2025, sektor perpajakan diproyeksikan menyumbang Rp2.693,7 triliun.

Angka ini menjadi pilar utama dari total pendapatan negara yang direncanakan mencapai Rp3.153,58 triliun demi mendukung pembiayaan belanja negara yang kian meningkat, dilansir pada 8 Januari 2026.

Pajak Dalam Negeri tetap menjadi motor penggerak utama dengan kontribusi sebesar Rp2.601,2 triliun.

Pajak Penghasilan (PPh) dipatok sebagai penyumbang terbesar senilai Rp1.209,36 triliun, disusul oleh PPN dan PPnBM yang ditargetkan mencapai Rp995,27 triliun. Pemerintah optimis bahwa sektor-sektor ini akan stabil meski beban fiskal cukup berat.

Selain pajak konvensional, sektor cukai diharapkan menyetor Rp243,53 triliun melalui produk tembakau hingga minuman berpemanis.

Sementara itu, dari lini perdagangan internasional, bea masuk dan bea keluar diproyeksikan memberikan tambahan pendapatan sebesar Rp92,46 triliun. Sinergi seluruh sektor perpajakan ini menjadi kunci keberlanjutan ekonomi nasional di masa mendatang.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK