Strategi Pemerintah Maksimalkan Keuntungan Koperasi Desa Merah Putih
FAKTANASIONAL.NET - Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dipastikan akan memperoleh keuntungan signifikan melalui peran barunya sebagai penyalur tunggal barang bersubsidi pemerintah.…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dipastikan akan memperoleh keuntungan signifikan melalui peran barunya sebagai penyalur tunggal barang bersubsidi pemerintah.
Kebijakan ini merupakan instruksi langsung dari rapat kabinet untuk memastikan distribusi bantuan tepat sasaran dan bebas dari praktik perdagangan ilegal.
"Kami sudah memutuskan bahwa seluruh komoditas bersubsidi wajib didistribusikan melalui Koperasi Desa Merah Putih. Selama dijalankan dengan integritas tanpa korupsi, koperasi ini dipastikan aman secara finansial," ujar Purbaya saat meninjau kawasan Alun-alun Selatan, Yogyakarta, Kamis (17/7/2026), dikutip redaksi dari CNN Indonesia.
Untuk mendukung operasional awal, pemerintah telah menyiapkan skema pendanaan sebesar Rp240 triliun yang diperoleh melalui pinjaman kepada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Pemerintah menanggung beban pokok dan bunga cicilan sebesar Rp40 triliun per tahun selama periode enam tahun.
Dana tersebut dialokasikan untuk operasional ribuan unit koperasi di seluruh pelosok Indonesia, termasuk biaya pelatihan dan gaji pegawai selama dua tahun pertama hingga koperasi mampu mandiri secara operasional.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menekankan pentingnya peran KDKMP pada puncak peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Jakarta, Minggu (12/7/2026).
Ia menginstruksikan agar setiap unit koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi juga sebagai pusat layanan masyarakat yang mencakup toko sembako, apotek desa, gudang logistik, hingga fasilitas penyimpanan dingin (cold storage).
Dengan integrasi ini, KDKMP diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi desa yang tangguh sekaligus memutus rantai distribusi yang selama ini seringkali tidak efisien bagi masyarakat bawah.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.