Fakta Nasional

Strategi Prabowo Pangkas BUMN: Targetkan Sisa 350 Perusahaan Akhir 2026

FAKTANASIONAL.NET - Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus tancap gas dalam merampingkan perusahaan pelat merah. Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (20/7/2026), Presiden mengungkapkan bahwa sin…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 22 July 2026 📖 1 menit
Strategi Prabowo Pangkas BUMN: Targetkan Sisa 350 Perusahaan Akhir 2026
Strategi Prabowo Pangkas BUMN: Targetkan Sisa 350 Perusahaan Akhir 2026/(Foto: Instagram)
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus tancap gas dalam merampingkan perusahaan pelat merah.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (20/7/2026), Presiden mengungkapkan bahwa sinergi antara pemerintah dan BPI Danantara telah berhasil mengurangi jumlah BUMN secara signifikan.

Dari total 1.077 unit, sebanyak 250 BUMN telah berhasil ditutup, digabung (merger), atau dikonsolidasikan dalam kurun waktu 18 bulan operasional Danantara.

Presiden Prabowo bahkan berkelakar kepada Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, mengenai langkah drastis ini.

"Saya kira, mungkin Ketua DEN, Pak Luhut, bisa dicek di dunia, mana ada negara yang menutup 250 BUMN dalam satu tahun?" ujarnya di hadapan para menteri, dikutip redaksi dari detikNews.

Langkah berani ini diklaim menjadi yang pertama di dunia dalam skala sebesar ini.

Langkah strategis ini bukan sekadar mengurangi jumlah perusahaan, melainkan upaya efisiensi besar-besaran.

Menurut laporan yang dikutip dari detikNews, penutupan 250 BUMN sejauh ini telah memangkas biaya operasional (overhead) hingga Rp50 triliun, yang meliputi gaji direksi, komisaris, hingga biaya rutin kantor.

Ke depan, Danantara berkomitmen untuk melakukan konsolidasi lanjutan. Presiden menargetkan per 31 Desember 2026, jumlah BUMN maksimal hanya tersisa 350 unit.

Dengan target penutupan sekitar 700 BUMN lagi hingga akhir tahun, pemerintah memproyeksikan penghematan bisa melonjak hingga kisaran Rp70 hingga Rp80 triliun.

Langkah ini diharapkan mampu menciptakan struktur ekonomi negara yang lebih ramping, lincah, dan efisien demi memperkuat fiskal nasional ke depan.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK