Sudaryono Ungkap Alasan Tunggakan Pembayaran Mitra SPPG Belum Dilunasi
FAKTANASIONAL.NET - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkap alasan pembayaran kepada sebagian mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum dilunasi. Menurutnya, persoalan tersebut berkaita…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkap alasan pembayaran kepada sebagian mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum dilunasi.
Menurutnya, persoalan tersebut berkaitan dengan pembangunan dapur yang masih dalam proses peninjauan serta perkara yang sedang ditangani Kejaksaan.
Dikutip dari CNN Indonesia, Sudaryono menjelaskan terdapat dua kategori mitra SPPG. Pertama, mitra yang membangun dapur sendiri untuk kemudian dioperasikan. Kedua, mitra yang bertindak sebagai kontraktor pembangunan dapur dengan pembiayaan melalui APBN dan anggaran BGN.
Untuk mitra kategori kedua, pembayaran belum dilakukan karena pembangunan dapur masih dalam proses review dan berkaitan dengan perkara di Kejaksaan.
"Pimpinan BGN yang lama kan bikin dapur, dibiayai oleh APBN, dibiayai oleh anggarannya BGN. Itu belum dibayar karena masih dalam review, masih dalam perkara di Kejaksaan," ujar Sudaryono di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Senin (5/10).
Sudaryono mengatakan BGN akan menunggu rekomendasi dari lembaga yang melakukan pemeriksaan dan menangani perkara tersebut. Pembayaran dapat dilakukan apabila rekomendasi Kejaksaan, BPKP, dan BPK menyatakan pembayaran sudah dapat dilaksanakan.
"Intinya tolong disampaikan bukan kok saya ini mau nahan-nahan rezeki orang gitu, tapi kan namanya ada persoalan, kan persoalan tuh tidak di tangan saya. Persoalan di tangannya pihak berwajib, Kejaksaan ya. Tentu saja kita rekomendasi dari Kejaksaan, BPKP, BPK, bayar, kita bayar," katanya.
Ia memahami mitra telah mengeluarkan biaya pembangunan dapur. Namun, pembayaran tidak bisa dilakukan selama persoalan tersebut masih ditangani pihak berwenang.
Di tengah persoalan pembayaran, BGN tetap melanjutkan pembukaan dapur baru. Pekan ini, sekitar 900 hingga hampir 1.000 dapur direncanakan dibuka di Sumatera, Kalimantan, dan Bali.
Prioritas diberikan kepada wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta daerah dengan prevalensi stunting tinggi dan sangat tinggi. Dapur yang bangunannya sudah selesai tetapi belum beroperasi akan didata untuk menentukan waktu pembukaannya.
Sudaryono menegaskan pembukaan dapur dilakukan melalui sistem tanpa perantara.
"Tentunya pembukaan dapur ini by system semua, jadi enggak ada orang yang akan datang janjiin jasa, biasa kan suka ada calo ya, ini nanti kalau tolong diberitakan ya, enggak ada calonya di sini. Semua gratis, ini program pemerintah," ujarnya.
Persoalan pembayaran mitra SPPG sebelumnya juga disampaikan Sudaryono pada 24 Juli 2026 terkait APGI 3T. Saat itu, ia mengatakan skema penyelesaian sedang dirumuskan agar mitra tidak dirugikan.
"Skema penyelesaian sedang dirumuskan agar tidak ada pihak menanggung rugi. APGI 3T adalah mitra kami," tulis Sudaryono dalam unggahan di akun Instagram resminya.
Ia juga meminta waktu untuk menyelesaikan persoalan tersebut dan memastikan mitra setidaknya tidak mengalami kerugian.
"Kasih saya waktu. Yang bisa saya pastikan adalah bapak-ibu (mitra SPPG) semua mungkin tidak bisa untung seperti apa yang diharapkan, tapi setidaknya bapak-ibu tidak dirugikan," ujar Sudaryono saat itu.
Para mitra APGI 3T berasal dari sejumlah daerah, termasuk Aceh, Kalimantan, Papua, NTB, dan NTT. Mereka menyebut telah menjadi mitra SPPG di wilayah terpencil sekitar satu tahun dan menghadapi ketidakpastian pembayaran hampir sembilan bulan.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.