Sulitnya Melawan Penjajah, Berasal dari Bangsa Sendiri
HARI ini sudah 81 tahun Indonesia merdeka. Tidak terasa. Apakah Indonesia benar-benar sudah merdeka? Inilah pertanyaan konyol orang sok-sokan. Kalau belum merdeka, kita tidak akan dalam kondisi seperti saat ini? Relatif aman dibandingkan banyak nega…
Dengarkan Ringkasan
HARI ini sudah 81 tahun Indonesia merdeka. Tidak terasa. Apakah Indonesia benar-benar sudah merdeka? Inilah pertanyaan konyol orang sok-sokan. Kalau belum merdeka, kita tidak akan dalam kondisi seperti saat ini? Relatif aman dibandingkan banyak negara lain saat ini.
Kita sudah sangat-sangat merdeka. Ya. Setiap hari kita membully orang nomor satu di negeri ini, lalu masih kita katakan belum merdeka? Merdeka seperti apa lagi yang kita inginkan? Masyarakat adil dan makmur sesuai Konstitusi yang termaktub dalam UUD belum terwujud.
Ya. Masyarakat adil dan makmur itu memang cita-cita kemerdekaan kita yang belum terwujud sampai saat ini. Tapi, itu bukan berarti kita belum merdeka. Kita sudah merdeka 81 tahun, tapi memang belum sesuai dengan harapan dan cita-cita kita bersama sebagai bangsa.
Faktor kepemimpinan tentu paling dominan. Tapi faktor masyarakat juga. Kata Bung Karno, "perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri". Melawan bangsamu sendiri berarti penjajahan dari bangsamu sendiri di berbagai bidang. Begitulah.
Kita sudah merdeka karena bangsa asing tak lagi bercokol di negara kita. Tapi, kekayaan alam kita, sejak kita merdeka pun selalu mengalir ke negara lain. Mengalir ke negara lain tentu ada kaki tangannya di negara kita. Sejak zaman penjajahan pun, demikian.
Presiden Prabowo katanya bertekad mengembalikan kekayaan alam kita itu untuk bangsa kita sendiri. Tekadnya begitu kuat dan mengebu-ngebu. Tapi, semua tahu bahwa itu memang sulit. Implementasinya tak semudah seperti apa yang dipidatokannya.
Di tengah jarak yang masih jauh antara realita dan idealita, tetaplah kita syukuri pada hari peringatan kemerdekaan ke-81 ini. Semua atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, sampai saat ini kita masih utuh sebagai suatu bangsa. Merdeka, Merdeka, Merdeka.
Penulis: ERIZAL (Pemerhati Sosial dan Politik)
Sumber: FB @erizal.sastra
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.