Fakta Nasional

Survei IPO Cawapres 2029: Purbaya Yudhi Sadewa Teratas Dampingi Prabowo, Sugiono Menyusul

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Lembaga survei Indonesia Political Opinion (IPO) merilis temuan terkait calon wakil presiden (cawapres) top of mind untuk mendampingi Prabowo Subianto di Pilpres 2029. Hasilnya, nama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 22 October 2025 📖 1 menit
Survei IPO Cawapres 2029: Purbaya Yudhi Sadewa Teratas Dampingi Prabowo, Sugiono Menyusul
Menkeu menegaskan pemerintah tengah memeriksa dugaan manipulasi transfer pricing ekspor CPO yang melibatkan sejumlah perusahaan raksasa seperti Wilmar dan Musim Mas./net

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Lembaga survei Indonesia Political Opinion (IPO) merilis temuan terkait calon wakil presiden (cawapres) top of mind untuk mendampingi Prabowo Subianto di Pilpres 2029. Hasilnya, nama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menempati posisi teratas, diikuti oleh Menteri Luar Negeri Sugiono.

Survei ini dilakukan pada 9-17 Oktober 2025 dan melibatkan 1.200 responden di seluruh provinsi Indonesia. IPO menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error ±2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah, memaparkan hasil jawaban responden atas pertanyaan "Jika Presiden Prabowo Subianto kembali mencalonkan diri, tokoh mana yang layak sebagai calon wakil presiden-nya?". Dari 11 nama yang muncul, Purbaya Yudhi Sadewa memuncaki preferensi publik.

"Purbaya Yudhi Sadewa memuncaki harapan publik sebesar 6,4%, disusul Sugiono 2,9%," ujar Dedi dalam paparan rilis survei, Selasa (21/10/2025). Nama lain yang muncul adalah Teddy Indra Wijaya (2,4%), Zulkifli Hasan (2,0%), Andi Amran Sulaiman (1,9%), dan Agus Harimurti Yudhoyono (1,8%).

Di posisi selanjutnya ada Menpora Erick Thohir (1,7%), Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (0,7%), yang angkanya setara dengan mantan capres Anies Baswedan (0,7%). Sementara Mahfud MD dan Ganjar Pranowo sama-sama memperoleh 0,2%.

Meski memunculkan 11 nama, Dedi Kurnia Syah memberikan catatan penting. Temuan signifikan dari survei ini adalah masih sangat tingginya tingkat keengganan publik untuk menjawab atau yang belum menentukan pilihan. "Meskipun demikian tingkat keengganan publik menjawab 79,1%," pungkas Dedi.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK