Fakta Nasional

Survei PP ISEI: Mayoritas Ekonomi Memandang Kondisi Ekonomi Positif dan Optimis

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Bagaimana pandangan para ekonom terhadap konsidi perekonomian nasional? Hasilnya sangat berbeda dengan persepsi pada umumnya. PP ISEI mengadakan survei (online), yang biasa dilakukan setiap tahun dan dipublikasikan pada…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: M. Sahlan Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 27 August 2026 📖 2 menit
Survei PP ISEI: Mayoritas Ekonomi Memandang Kondisi Ekonomi Positif dan Optimis
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Bagaimana pandangan para ekonom terhadap konsidi perekonomian nasional? Hasilnya sangat berbeda dengan persepsi pada umumnya.

PP ISEI mengadakan survei (online), yang biasa dilakukan setiap tahun dan dipublikasikan pada sidang pleno di Bogor 26-28 Agustus 2026. Metodenya purposive sampling khusus kepada responden (4012 responsen), yang memiliki latar belakang ekonomi.

Para ekonom dan responden berlatar belakang ekonomi dan bisnis pada umumnya mempunyai persepsi positif terhadap pertumbuhan ekonomi pada semester 1 tahun 2026 ini (indeks 60 persen).

Kinerja pertumbuhan 5 persen dinilai sebagai modal untuk terus mempertahankan pertumbuhan ekonomi nasional. Persepsi para ekonom dan responden berlatar belakang ekonomi dan bisnis tentang pertumbuhan ekonomi semester 2 yang akan datang optimis (indeks 62,3 persen), seperti ditunjukkan dalam indeks yang lebih tinggi dibandingkan dengan indeks semester pertama.

Persepsi terhadap optimisme pertumbuhan ekonomi ini didukung oleh hasil survei, yang juga optimis terhadap kinerja ekspor, yang dianggap lebih tinggi dari impor (indeks 60,3 persen).

Sementara itu, untuk semester kedua yang akan datang lebih yakin lagi dengan kinerja ekspor, yang lebih optimis (indkes 62,0 persen). Namun demikian, responden mempunyai persepsi lebih kurang yakin terhadap masalah pengangguran dan tingkat inflasi.

Ini berbeda sama sekali dengan survei terhadap publik secara kesluruhan, seperti dilakukan bulan Juli 2026 oleh SMRC. Berdasarkan rilis survei SMRC penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi adalah yang terendah dalam beberapa tahun terakhir.

Mayoritas Menilai Buruk: Sebanyak 49,4% responden menilai kondisi ekonomi nasional saat ini dalam kategori buruk atau sangat buruk. Sementara itu, Sentimen Positif hanya 15,7% masyarakat yang masih memandang ekonomi nasional berada dalam kondisi baik atau sangat baik. Sisa responden lainnya menilai tidak ada perubahan atau memilih tidak menjawab.

Bagaimana survei ini bisa berbeda?

Responden yang pertama (diambil secara purposive) adalah orang-orang yang memiliki pengetahuan lebih mendalam dibandingkan dengan survei publik, yang diambil secara acak. Survei yang pertama melihat keadaan lebih realistis karena mengetahui dengan lebih benar dibandingkan dengan yang kedua, yang lebih merupakan persepsi.

Hasil survei terhadap kepastian hukum, para ekonom dan responden berlatar belakang ekonomi dan bisnis memiliki persepsi yang rendah dan tidak yakin pemerintah dapat menjamin kepastian hukum dengan baik (indeks 53,4).

Penilaian ini relatif sama dengan persepsi publik terhadap kepastian hukum dari survei SMRC. Jumlah masyarakat yang menilai penegakan hukum berjalan baik atau sangat baik hanya tersisa 26,4 persen dan Sebanyak 37,6. Persen responden menilai penegakan hukum saat ini buruk atau sangat buruk. Sisanyasebanyak 30,2 persen, memilih menilai penegakan hukum berada dalam kondisi sedang.

Kesimpulan dari survei ISEI ini adalah optimisme yang cukup menonjol dimana anggota ISEI memiliki ekspektasi kondisi perekonomian akan semakin baik dalam 6 bulan ke depan (semester kedua).

Namun tantangan yang menghadang tidak lain adalah daya beli masyarakat, peningkatan harga-harga (pangan dan energi), defisit APBN. Berbeda dengan persepsi umum, anggota ISEI cukup percaya bahwa pemerintah (pusat dan daerah) dinilai memiliki kemapuan dalam peningkatan perekonomian Indonesia.

Oleh: Prof. DIdik J Rachbini, Ph.D. (Ekonom Senior, Pengurus Pusat ISEI)


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK