Fakta Nasional

Survei Terbaru: Halal Food Jadi Faktor Krusial Wisatawan Muslim Indonesia

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Konsep pariwisata ramah Muslim kini semakin berkembang dari yang awalnya hanya dianggap segmen khusus, menjadi arus utama industri pariwisata global. Wisatawan Muslim Indonesia, khususnya, menjadi salah satu pendorong ut…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Editor Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 02 October 2025 📖 2 menit
Survei Terbaru: Halal Food Jadi Faktor Krusial Wisatawan Muslim Indonesia
Survei terbaru menunjukkan bahwa 89% wisatawan Muslim Indonesia menempatkan ketersediaan makanan halal sebagai pertimbangan utama dalam memilih destinasi perjalanan/Dok. Vero.
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Konsep pariwisata ramah Muslim kini semakin berkembang dari yang awalnya hanya dianggap segmen khusus, menjadi arus utama industri pariwisata global.

Wisatawan Muslim Indonesia, khususnya, menjadi salah satu pendorong utama bagi destinasi dunia untuk beradaptasi dengan kebutuhan berbasis keyakinan.

Survei terbaru yang dilakukan Vero bersama GMO-Z.com Research menunjukkan bahwa 89% wisatawan Muslim Indonesia menempatkan ketersediaan makanan halal sebagai pertimbangan utama dalam memilih destinasi perjalanan.

Temuan ini mendorong berbagai negara, mulai dari Jepang hingga Uni Emirat Arab, untuk memperkuat fasilitas halal sebagai bagian dari strategi menarik wisatawan.

Riset yang melibatkan 509 responden Muslim Indonesia usia 18–45 tahun ini menegaskan bahwa makanan halal tidak hanya memengaruhi pilihan destinasi, tetapi juga membentuk persepsi tentang seberapa ramah suatu tempat terhadap wisatawan Muslim.

Menurut Diah Andrini Dewi, Executive Director Vero Indonesia, kehadiran fasilitas halal di negara non-Muslim memberikan nilai tambah tersendiri.

“Hal itu menunjukkan bentuk penghargaan budaya sekaligus membuat wisatawan merasa lebih diterima,” katanya dalam keterangan tertulis yang dikutip redaksi, Rabu (2/10/2025).

Tren ini terlihat jelas pada meningkatnya minat terhadap destinasi non-Muslim seperti Jepang, Korea Selatan, dan Singapura, yang kini mampu bersaing dengan negara mayoritas Muslim seperti Malaysia dan Arab Saudi.

Chatrine Siswoyo, Senior Advisor ASEAN Vero, menambahkan bahwa kebutuhan wisatawan Muslim sebenarnya sederhana, yaitu tetap bisa menjalankan ibadah dan gaya hidup halal selama perjalanan.

“Mereka ingin tetap menjadi diri sendiri ketika menjelajahi dunia—mulai dari makanan halal, ruang ibadah, hingga dukungan teknologi digital yang membuat perjalanan lebih praktis,” jelasnya.

Selain survei, analisis percakapan daring juga memperlihatkan tingginya minat terhadap akomodasi halal.

Dalam periode Agustus 2024–2025, pencarian terkait hotel dan akomodasi halal mencapai lebih dari 7,4 juta kali. Ini menunjukkan bahwa pariwisata halal bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga jaminan untuk bisa beribadah dengan tenang.

Shinichi Hosokawa, Global CEO GMO-Z.com Research, menekankan bahwa wisatawan Muslim menginginkan pengalaman yang autentik, menyenangkan, sekaligus menghargai keyakinan mereka.

Brand atau destinasi yang mampu memberikan layanan jelas, transparan, dan sesuai nilai etis akan lebih mudah mendapatkan kepercayaan wisatawan Muslim.

Secara global, sektor pariwisata halal diprediksi tumbuh dari USD 256,5 miliar pada 2023 menjadi USD 410,9 miliar pada 2032. Dengan populasi Muslim terbesar kedua di dunia, langkah Indonesia akan sangat menentukan arah pertumbuhan pasar ini.

Dukungan influencer juga berperan besar, di mana 89% responden survei menjadikan mereka sebagai sumber informasi utama. Konten tentang restoran halal, panduan destinasi, hingga pengalaman wisata halal lokal dinilai efektif dalam membangun kepercayaan wisatawan.

Pemerintah Indonesia pun menegaskan komitmennya. Hariyanto, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, menyebutkan bahwa pariwisata halal bukan hanya sebatas fasilitas ibadah atau sertifikasi halal, tetapi juga membangun ekosistem inklusif melalui infrastruktur, SDM, branding, dan promosi global.

Event tahunan Halal Indonesia International Industry Expo menjadi salah satu momentum untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin pasar halal dunia.

“Menjadi halal-friendly bukan sekadar label, tetapi pengalaman yang benar-benar dirasakan wisatawan,” ujar Hariyanto.

Pemerintah bersama sektor swasta berkomitmen mengembangkan layanan dan destinasi ramah Muslim agar setiap wisatawan merasa nyaman, tenang, dan tetap bisa menjalankan ibadah dengan baik selama berlibur.[zul]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK