Fakta Nasional

Survei Tiga Lembaga, Approval Rating Prabowo Masih Megap-Megap

FAKTANASIONAL.NET - Survei politik tentang elektabilitas tokoh nasional masih menarik untuk terus dibahas menuju 2029. Hal itu pun menjadi ulasan menarik dari analis dan pemerhati sosial politik, Erizal, berikut ini: SETELAH SMRC (Saiful Mujani) mer…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: M. Sahlan Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 02 September 2026 📖 1 menit
Survei Tiga Lembaga, Approval Rating Prabowo Masih Megap-Megap
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Survei politik tentang elektabilitas tokoh nasional masih menarik untuk terus dibahas menuju 2029. Hal itu pun menjadi ulasan menarik dari analis dan pemerhati sosial politik, Erizal, berikut ini:

SETELAH SMRC (Saiful Mujani) merilis hasil surveinya bulan lalu, berturut-turut lembaga survei lainnya seperti Median (Rico Marbun) dan Poltracking (Hanta Yuda) juga merilis hasil surveinya, baru-baru ini.

Hasilnya, tak seburuk hasil survei SMRC. Hasil survei SMRC tidak saja approval rating Presiden Prabowo yang terjun bebas, tapi juga elektabilitas Prabowo terhempas jatuh. Bahkan, disampaikan sudah dilampaui elektabilitas Dedi Mulyadi (KDM).

Ternyata, hasil survei Median dan Poltracking ditemukan angka tak seburuk angka yang dirilis SMRC. Approval rating Presiden Prabowo bukan 51%, melainkan 56% atau 55%. Sedangkan elektabilitas Prabowo masih jauh daripada KDM.

Kalau dalam hasil survei SMRC elektabilitas Prabowo tersisa 14,5%, sedangkan KDM 34,9%. Jauh sekali selisihnya. Benar-benar dibuat terpuruk elektabilitas Prabowo dalam hasil survei SMRC itu. Sementara Anies Baswedan di posisi ketiga, 9%.

Hasil survei Median dan Poltracking, elektabilitas Presiden Prabowo nyaris sama, yakni 32,4% dan 32,9%. Sedangkan KDM dan Anies Baswedan sama-sama sekitar 20%. Dan di survei Poltracking, KDM 13,5% dan Anies Baswedan masih jauh 9,2%.

Hasil survei SMRC memiliki teman, yakni survei Majalah Tempo. Katanya approval rating Presiden Prabowo sudah berada di angka 37%. Ini jauh lebih tinggi sebelum Prabowo jadi Presiden sekalipun. Hasil survei cocok dengan sikap politik pemiliknya.

Gejala seperti ini biasanya terjadi menjelang Pemilu akan berlangsung. Ini masih 3 tahun lagi, perang lembaga survei seperti sudah dimulai. Tapi, satu hal yang pasti, Presiden Prabowo punya masalah antara persepsi dan kinerja. Kinerja bagus, tapi persepsi kurang bagus. Kinerja dilumat habis oleh persepsi itu. Dan politik adalah persepsi. (ERIZAL)


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK