Fakta Nasional

Susunan Pengurus PBNU 2026–2031 Resmi Diumumkan, Fokus Dorong Kemandirian Ummat

FAKTANASIONAL.NET — Jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi merilis daftar kepengurusan baru untuk periode 2026–2031. Pengumuman tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/202…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Sekar Ayuning Kasih Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 01 October 2026 📖 1 menit
Susunan Pengurus PBNU 2026–2031 Resmi Diumumkan, Fokus Dorong Kemandirian Ummat
Susunan Pengurus PBNU 2026–2031 Resmi Diumumkan, Fokus Dorong Kemandirian Ummat (YouTube)
) -->

FAKTANASIONAL.NET — Jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi merilis daftar kepengurusan baru untuk periode 2026–2031. Pengumuman tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2026) mendekati tengah malam.

Langkah ini menandai dimulainya babak baru penguatan struktur dan konsolidasi internal bagi organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut pascamusyawarah mufakat yang melibatkan jajaran syuriyah dan tanfiziyah.

Perkuat Tata Kelola dan Kesejahteraan Warga

Kepengurusan PBNU masa khidmat 2026–2031 disusun untuk merespons dinamika zaman, mempercepat transformasi digital di tubuh organisasi, serta memajukan perekonomian warga Nahdliyin di seluruh daerah.

Sejumlah tokoh senior dan kader potensial dipastikan mengisi jajaran strategis untuk mengawal program-program prioritas organisasi selama lima tahun mendatang.

"Formasi pengurus kali ini dirancang agar lebih responsif dan efektif dalam menggerakkan roda organisasi, sekaligus memperkuat kontribusi nyata bagi masyarakat luas," ungkap perwakilan PBNU saat mengumumkan Surat Keputusan (SK) Pengesahan.

Empat Pilar Strategis 2026–2031

Memasuki periode kepengurusan baru, PBNU memfokuskan kinerjanya pada empat pilar utama:

  • Modernisasi Organisasi: Digitalisasi tata kelola administrasi dan peningkatan efisiensi layanan dari tingkat pusat hingga ranting.

  • Kemandirian Ekonomi: Pemberdayaan jaringan usaha berbasis pesantren dan optimalisasi potensi dana keagamaan.

  • Pendidikan dan Layanan Kesehatan: Peningkatan mutu perguruan tinggi Nahdlatul Ulama serta perluasan fasilitas medis masyarakat.

  • Dakwah dan Kemanusiaan: Memperkuat syiar Islam yang inklusif (Rahmatan lil 'Alamin) di tingkat lokal maupun internasional.

Setelah struktur kepengurusan ini diumumkan, PBNU dijadwalkan segera mengonsolidasikan seluruh lembaga dan badan otonom di bawah naungannya guna merealisasikan agenda kerja mulai Oktober 2026.(sak)


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK