Fakta Nasional

Swasembada Pangan Sebagai Benteng Kedaulatan di Tengah Konflik Global

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi utama keselamatan sebuah bangsa. Dalam Taklimat Awal Tahun 2026, Presiden mengingatkan bahwa kemerdekaan sejati tidak akan tercapai jika sebua…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 07 January 2026 📖 1 menit
Swasembada Pangan Sebagai Benteng Kedaulatan di Tengah Konflik Global
Kondisi beras di salah satu gudang Bulog yang berlokasi di Siron, Kabupen Aceh Besar/Dok. BNPB
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi utama keselamatan sebuah bangsa.

Dalam Taklimat Awal Tahun 2026, Presiden mengingatkan bahwa kemerdekaan sejati tidak akan tercapai jika sebuah negara masih bergantung pada pasokan pangan dari luar negeri, dilansir pada 6 Januari 2026.

Belajar dari pengalaman pandemi dan konflik antarnegara eksportir, kemandirian pangan kini menjadi harga mati bagi Indonesia.

Dinamika konflik internasional saat ini memperlihatkan betapa rapuhnya rantai pasok pangan dunia. Presiden menyoroti bagaimana perselisihan di negara-negara pemasok beras tradisional dapat mengancam stok nasional jika Indonesia tidak waspada.

Bergantung pada impor di masa krisis bukan hanya soal biaya, tetapi juga risiko penutupan ekspor secara sepihak yang dapat menyebabkan kelangkaan pangan di dalam negeri.

Kabar menggembirakan datang di penghujung tahun 2025, di mana Indonesia secara resmi mendeklarasikan swasembada beras. Keberhasilan ini dibuktikan dengan cadangan beras nasional yang mencapai lebih dari 3 juta ton, sebuah angka tertinggi dalam sejarah RI.

Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras kolektif yang memastikan bahwa kebutuhan pokok rakyat dapat terpenuhi secara mandiri tanpa harus membuang devisa ke luar negeri.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK