Fakta Nasional

Syukur Mandar: Prabowo Harus Bongkar Mesin Lama yang Hanya Jadi Beban Negara

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pakar politik dan hukum, Dr. Muhammad Syukur Mandar, S.H., M.H. menilai Presiden Prabowo Subianto harus membongkar jajaran kabinet sebagai mesin lama yang jelas-jelas tidak bisa bekerja untuk rakyat. Menurut Syukur, perg…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: M. Sahlan Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 05 August 2026 📖 1 menit
Syukur Mandar: Prabowo Harus Bongkar Mesin Lama yang Hanya Jadi Beban Negara
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pakar politik dan hukum, Dr. Muhammad Syukur Mandar, S.H., M.H. menilai Presiden Prabowo Subianto harus membongkar jajaran kabinet sebagai mesin lama yang jelas-jelas tidak bisa bekerja untuk rakyat.

Menurut Syukur, pergantian orang (menteri) tidak akan membawa perubahan berarti jika pola kerja dan cara berpikir di dalam pemerintahan tetap sama.

"Yang dibutuhkan bukan sekadar pergantian wajah, tetapi keberanian membongkar "mesin lama" yang selama ini membuat birokrasi berjalan lambat, penuh kepentingan, dan jauh dari harapan rakyat," kata Syukur Mandar dalam akun FB @Bang Syukur Mandar, Rabu (5/8/2026).

Syukur menegaskan, jika Presiden benar-benar ingin menghadirkan pemerintahan yang efektif, maka evaluasi kabinet harus dilakukan secara menyeluruh.

Jabatan publik, lanjut Syakur Mandar, seharusnya diisi oleh mereka yang bekerja untuk kepentingan rakyat, bukan sekadar mempertahankan kelompok, loyalitas politik, atau warisan kekuasaan.

"Rakyat menunggu keberanian mengambil keputusan yang berpihak pada hasil, bukan sekadar menjaga status quo," tukasnya.

Syukur pun menyebut kabinet gemuk yang dibentuk Prabowo ini tak mampu menerjemahkan kebijakan presiden yang secara teknis ditugaskan kepada mereka.

Lantas, siapa saja mereka? Syukur Mandar menyebut setidaknya lima nama.

"Secara pribadi pandangan saya menteri yang harus diganti ada beberapa. Pertama Zulhas ditugasi presiden MBG KDMP tapi gagal total. Lalu presiden yang menelan pil pahit gara-gara itu," kata Syukur Mandar.

"Kedua Airlangga Hartarto ini mesin lama dan mesin busuk tak ada kinerja," lanjutnya.

Kemudian Menteri Perdagangan Agus Gumiwang. Impor terus masuk dan dikuasai segelintir orang sehingga merusak pasar.

"Menteri pertanian juga Amran harus direshuffle. Kinerjanya buruk. Kadang-kadang ngomong swasembada beras faktanya beras mahal. Pangan kita yang lain juga sama. Hanya pamer data-data tidak sesuai fakta. Menteri ATR BPN Nusron Wahid juga sama seperti ini," ungkapnya.

"Presiden Prabowo. Mohon bikin kabinet terbatas dan efisien yang penting bekerja untuk rakyat bangsa dan negara. Presiden akan selamat," tandas Syukur Mandar.

 


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK