Fakta Nasional

Tangki LNG Arun Rampung 81 Persen, PGN Targetkan Beroperasi Desember 2025

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET — Proyek revitalisasi tangki LNG Arun F-6004 menunjukkan kemajuan signifikan. Hingga Juni 2025, progres fisik mencapai 81,1 persen untuk tangki utama dan 94,39 persen untuk fasilitas pendukung. Proyek ini dijalankan oleh P…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Editor Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 11 October 2025 📖 2 menit
Tangki LNG Arun Rampung 81 Persen, PGN Targetkan Beroperasi Desember 2025
Revitalisasi tangki LNG Arun capai 81 persen, PGN siap operasikan akhir 2025/Dok. PGN
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET — Proyek revitalisasi tangki LNG Arun F-6004 menunjukkan kemajuan signifikan. Hingga Juni 2025, progres fisik mencapai 81,1 persen untuk tangki utama dan 94,39 persen untuk fasilitas pendukung.

Proyek ini dijalankan oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melalui anak usahanya, PT Perta Arun Gas (PAG). Target commissioning ditetapkan pada akhir 2025.

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Hery Murahmanta, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari strategi jangka menengah PGN untuk memperkuat bisnis gas alam cair (LNG). Ia menilai, potensi LNG Arun sangat besar karena lokasinya yang strategis di jalur perdagangan utama Asia.

“Arun memiliki posisi penting sebagai calon hub LNG regional. Lokasinya dekat dengan pasar LNG Asia Tenggara dan Asia Selatan. Revitalisasi tangki F-6004 menjadi langkah awal menuju arah tersebut,” ujar Hery, usai Management Walk Through (MWT) di proyek LNG Arun, Lhokseumawe, awal Oktober ini.

Aktivasi kembali tangki F-6004 diproyeksikan meningkatkan utilisasi terminal hingga 25 persen. Dengan tambahan kapasitas ini, PGN memperkirakan akan ada kontribusi signifikan terhadap pendapatan konsolidasi. Selain itu, proyek ini menciptakan lapangan kerja langsung dan tidak langsung bagi masyarakat Aceh.

Hery menyebut, revitalisasi ini juga menjadi simbol kebangkitan industri LNG nasional. Menurutnya, PAG kini memiliki daya saing yang sejajar dengan pemain LNG internasional.

“Melalui proyek ini, PAG menunjukkan kemampuan bersaing dengan perusahaan LNG bereputasi global,” tambahnya.

PGN menilai, revitalisasi fasilitas LNG Arun adalah bagian dari strategi adaptif menghadapi dinamika industri energi global. Permintaan LNG yang terus meningkat, terutama dari kawasan Asia, menuntut kesiapan infrastruktur yang lebih fleksibel dan efisien.

Selain memperkuat rantai pasok LNG, proyek ini juga akan mendukung optimalisasi pemanfaatan gas domestik. Dalam jangka panjang, fasilitas ini diharapkan menjadi simpul penting perdagangan LNG Indonesia di pasar internasional.

Dari sisi sosial-ekonomi, kehadiran proyek LNG Arun memberikan nilai tambah ekonomi bagi daerah. Aktivitas konstruksi dan operasi nantinya akan memacu pergerakan ekonomi lokal, termasuk peluang usaha bagi sektor pendukung seperti logistik, transportasi, dan jasa konstruksi.

“Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN berkomitmen mengelola infrastruktur LNG dengan prinsip kehati-hatian dan keberlanjutan. Tujuannya bukan hanya memastikan ketersediaan energi, tetapi juga memperkuat peran LNG sebagai bagian dari transisi energi bersih menuju target Net Zero Emission,” tutup Hery.

Dengan rampungnya proyek revitalisasi tangki F-6004, Terminal LNG Arun akan kembali berperan sebagai pusat pengelolaan gas strategis di kawasan barat Indonesia. Proyek ini juga menjadi bagian dari langkah PGN untuk memperkuat fondasi industri gas nasional yang efisien, terintegrasi, dan ramah lingkungan.[zul]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK