Fakta Nasional

Tantangan Pembiayaan APBN: Utang Negara Melonjak 164% di 5 Bulan Pertama 2025

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pemerintah Republik Indonesia mencatat realisasi penarikan utang negara sebesar Rp 349,3 triliun pada Januari–Mei 2025. Angka ini melonjak 164% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp 132,2 tril…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 18 June 2025 📖 1 menit
Tantangan Pembiayaan APBN: Utang Negara Melonjak 164% di 5 Bulan Pertama 2025
Sri Mulyani//(Instagram)
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pemerintah Republik Indonesia mencatat realisasi penarikan utang negara sebesar Rp 349,3 triliun pada Januari–Mei 2025.

Angka ini melonjak 164% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp 132,2 triliun. Di tengah upaya menjaga kesehatan fiskal, lonjakan pembiayaan utang ini mencerminkan tekanan pembiayaan APBN yang kian meningkat sejak awal tahun.

Hingga akhir Mei 2025, pembiayaan anggaran yang direalisasikan mencapai Rp 324,8 triliun atau 52,7% dari target APBN sebesar Rp 616,2 triliun.

Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono memaparkan bahwa komposisi pembiayaan utang mencapai Rp 349,3 triliun, sedangkan pembiayaan non-utang tercatat minus Rp 24,5 triliun.

Nilai minus ini menandakan investasi pemerintah pada proyek-proyek khusus—bukan tambahan utang baru—seperti pemberian hibah luar negeri dan belanja modal strategis.

Menurut Thomas, strategi pembiayaan tahun ini dijalankan secara hati‑hati dan fleksibel. Pemerintah menerapkan prefunding untuk memperkuat cadangan kas, pengelolaan komposisi mata uang, dan diversifikasi instrumen utang. Langkah-langkah ini bertujuan agar beban bunga terukur dan profil jatuh tempo utang terdistribusi merata.

menegaskan bahwa desain defisit 2,53% dari PDB tetap terjaga, sementara surplus keseimbangan primer pada Mei tumbuh jadi Rp 192,1 triliun.

Meski begitu, percepatan penarikan utang menimbulkan pertanyaan soal ruang fiskal ke depan, terutama jika tekanan global berlanjut dan penerimaan negara terkoreksi akibat perlambatan ekonomi.

Pemerintah menegaskan akan menyeimbangkan kebutuhan pembiayaan dengan prinsip kehati‑hatian demi keberlanjutan fiskal.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK