Fakta Nasional

Tapaki Milestone Baru, PT Ceria Bakal Luncurkan Feronikel Perdananya Dalam Waktu Dekat

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Tahun 2025 menjadi tahun yang baik bagi PT. Ceria Nugraha Indotama (Ceria). Perusahaan tambang Nikel yang berioperasi di Kolaka, Sulawesi Tenggara ini bulan April mendatang akan berhasil memproduksi Feronikel. Presiden D…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Editor Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 26 March 2025 📖 2 menit
Tapaki Milestone Baru, PT Ceria Bakal Luncurkan Feronikel Perdananya Dalam Waktu Dekat
Presiden Direktur PT Ceria, Abdul Haris Tatang/Dok. Ceria.

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Tahun 2025 menjadi tahun yang baik bagi PT. Ceria Nugraha Indotama (Ceria). Perusahaan tambang Nikel yang berioperasi di Kolaka, Sulawesi Tenggara ini bulan April mendatang akan berhasil memproduksi Feronikel.

Presiden Direktur Ceria, Abdul Haris Tatang mengapresiasi kinerja seluruh insan Ceria yang selama ini tak kenal Lelah untuk memberikan yang terbaik bagi perusahaan dan bangsa Indonesia.

“Ceria pada tahun 2025 ini akan menapaki milestone baru yang membanggakan. Setelah perjuangan yang tak kenal lelah dari seluruh insan Ceria, dalam waktu dekat produksi feronikel pertama akan kami diluncurkan," kata Tatang dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (26/3/2025).

"Oleh karenanya saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholders terutama bagi insan Ceria yang selalu memberikan kinerja terbaiknya agar cita-cita menjadi perusahaan nikel terkemuka dapat diwujudkan,” tambahnya.

Selain itu, sebagai satu-satunya smelter nikel ‘merah-putih’ yang seluruh pendaannya dari PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri), Ceria terus mewujudkan komitmennya untuk menghaslkan produk nikel berkualitas tinggi dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.

“Selama ini, Ceria terus berupaya untuk menambang dengan selalu memperhatikan aspek ESG (Environmental, Social, and Governance). Bagi kami prinsip ESG ini wajib diterapkan karena sustainability lingkungan perlu dijaga agar keberlangsungan bisnis juga secara parallel dapat saling menguntungkan," ungkap Tatang.

Salah satu wujud komitmen tersebut adalah melalui pemanfaatan energi hijau (green energy footprint). Sejak akhir tahun lalu, smelter Caria memanfaatkan Listrik PT PLN yang dipasok dari Kapal Pembangkit Listrik Terapung (Barge Mounted Power Plant, BMPP) dengan bahan baku diesel dan gas.

Pemanfaatan Listrik dari energi bersih menjadi wujud komitmen Ceria bergerak maju mewujudkan masa depan energi yang lebih ramah lingkungan.

“Salah satu Misi Ceria adalah menjalankan praktik usaha yang berkelanjutan, oleh karenanya kami terus berupaya melaksanakan praktik baik dalam ESG bagi core business kami di sektor pertambangan. Bukan merupakan hal mudah, dan tentu saja tidak murah tetapi kami ingin bisnis ini bermanfaat dan berkelanjutan bagi Masyarakat” kata Tatang.

Praktik pertambangan ‘hijau’ oleh Ceria pun mendapat apresiasi dari banyak pihak, mulai dari pemerintah pusat, daerah, serta perbankan yang selama ini mendukung kegiatan operasional Ceria.

“Ceria sangat bersyukur karena praktik baik yang kamu upayakan selama ini diapresiasi oleh banyak pihak. Tidak hanya pemerintah daerah, pemerintah pusat dan perbankan juga turut mengapresiasi smelter ‘merah-putih’ kami. November silam, perwakilan Dewan Ekonomi Nasional dan tim Benchmark Mineral Intelligence (BMI) sempat melakukan kunjungan untuk memperdalam implementasi praktik ESG di sektor pertambangan," terangnya.

"Tentu hal ini menjadi pemicu bagi kami untuk terus mempertahankan kinerja optimal seluruh insan Ceria agar ke depannya kinerja kami juga dapat terapresiasi melalui penghargaan-penghargaan lain dan berhasil menepatkan Ceria dalam jajaran perusahaan tambang internasional yang membanggakan bangsa Indonesia terutama dalam rantai pasok mineral strategis khususnya nikel,” pungkas Tatang.[zul]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK