Fakta Nasional

Target Ambisius Prabowo: Kemiskinan Ekstrem Nol Persen pada 2026

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Iwan Sumule, memaparkan target ambisius Presiden Prabowo Subianto dalam penanganan kemiskinan. Pemerintah menargetkan kemiskinan ekstrem dapat ditekan hin…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 26 November 2025 📖 1 menit
Target Ambisius Prabowo: Kemiskinan Ekstrem Nol Persen pada 2026
Presiden Prabowo Subianto/Dok. BPMI Setpres.
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Iwan Sumule, memaparkan target ambisius Presiden Prabowo Subianto dalam penanganan kemiskinan. Pemerintah menargetkan kemiskinan ekstrem dapat ditekan hingga nol persen pada tahun 2026. Selain itu, angka kemiskinan umum dipatok turun signifikan menjadi 4,5 persen pada tahun 2029. Saat ini, angka kemiskinan nasional tercatat sebesar 8,47 persen per Maret 2025.

Konsolidasi dan Integrasi Program Lintas Kementerian

Iwan Sumule menyatakan optimistis bahwa target tersebut dapat tercapai melalui integrasi dan konsolidasi program lintas kementerian yang kini mulai berjalan. Pemerintah berkomitmen untuk tidak hanya membuat perencanaan jangka panjang, melainkan juga melakukan akselerasi nyata di lapangan. Iwan bahkan menyebut, jika Prabowo kembali menjabat, angka kemiskinan bisa mencapai nol persen jauh lebih cepat dari proyeksi nasional jangka panjang.

Keberanian Menyederhanakan Birokrasi

Lompatan signifikan dalam pengentasan kemiskinan ini akan sangat bergantung pada keberanian pemerintah untuk menyederhanakan dan memangkas hambatan birokrasi. Menurut Iwan, percepatan ini harus fokus pada deregulasi, karena birokrasi yang lambat akan menghambat penurunan angka kemiskinan. Kolaborasi lintas sektor kini bukan lagi wacana, melainkan sudah diimplementasikan sebagai bagian dari upaya percepatan yang dicanangkan oleh Presiden.[dit]

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK