Target APBN 2026: Penerimaan Pajak Capai Rp940,31 Triliun Per Juni, Biayai Program Makan Bergizi Gratis hingga Sekolah Rakyat
FAKTANASIONAL.NET — Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menegaskan bahwa realisasi penerimaan pajak menjadi penopang utama dalam pendanaan berbagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Program-program strategis tersebut di a…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET — Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menegaskan bahwa realisasi penerimaan pajak menjadi penopang utama dalam pendanaan berbagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Program-program strategis tersebut di antaranya meliputi Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, hingga Sekolah Rakyat.
Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto menyatakan bahwa pertumbuhan positif penerimaan pajak mencerminkan kontribusi langsung wajib pajak dalam membiayai agenda pembangunan nasional melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Baca Juga: Prabowo Rancang APBN 2027: Defisit Rendah dan Rupiah Dipatok Stabil
"Direktorat Jenderal Pajak bisa secara konsisten mempertahankan kinerja pertumbuhan pajak yang terus positif dan tentu ini tidak lepas dari support wajib pajak, salah satunya yang membersamai pelaksanaan, aktor utama dari Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih, Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, dan program-program andalan lainnya yang dibelanjakan melalui mekanisme APBN," ujar Bimo dalam Seminar Kemenkeu Corpu Open Class (KCOC) yang disiarkan secara daring, Kamis (18/6).
Bimo menjelaskan, tren peningkatan penerimaan perpajakan ini memberikan ruang fiskal yang lebih luas bagi pemerintah untuk mengeksekusi agenda prioritas di sejumlah sektor strategis.
Keberhasilan ini ditopang oleh kombinasi pengawasan kepatuhan, penegakan hukum yang berimbang, stabilitas ekonomi, serta pemutakhiran sistem administrasi melalui Coretax.
"Kinerja yang positif ini tentu tidak lepas dari pengawasan kepatuhan dan penegakan hukum yang seimbang, didukung kondisi pertumbuhan perekonomian yang cukup stabil dan peningkatan kualitas Coretax yang terus kami perbaiki secara berkelanjutan," jelasnya.
Berdasarkan data DJP, realisasi penerimaan pajak secara kumulatif sepanjang Januari hingga Mei 2026 tumbuh 22,1 persen dengan capaian Rp834 triliun.
Angka tersebut setara dengan 35,4 persen dari total target penerimaan tahun ini yang ditetapkan sebesar Rp2.357,7 triliun.
Sementara itu, fluktuasi positif terus berlanjut hingga pertengahan bulan ini. Per 16 Juni 2026, realisasi penerimaan pajak melonjak menjadi Rp940,31 triliun atau tumbuh 23,4 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Capaian ini menandakan bahwa DJP telah mengumpulkan 39,62 persen dari target APBN 2026.
"Ini angka sementara di pertengahan Juni dan mudah-mudahan bisa terus konsisten. Dari yang sebelumnya pada Mei 35,4 persen, sekarang sudah naik menjadi 39,62 persen dari target penerimaan tahun 2026," pungkas Bimo.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.