Fakta Nasional

Target Pengurangan Emisi Industri Nikel pada 2045

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Indonesia, sebagai produsen 60 % nikel dunia, kini memfokuskan upaya transisi energi berkelanjutan dan pembangunan rendah karbon untuk menurunkan emisi industri nikel hingga 81 % pada 2045. Deputi Bidang Pangan, Sumber D…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 14 June 2025 📖 1 menit
Target Pengurangan Emisi Industri Nikel pada 2045
Tambang nikel/(ilustrasi/@pixabay)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Indonesia, sebagai produsen 60 % nikel dunia, kini memfokuskan upaya transisi energi berkelanjutan dan pembangunan rendah karbon untuk menurunkan emisi industri nikel hingga 81 % pada 2045.

Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Bappenas, Leonardo Sambodo, mengungkapkan kolaborasi strategis dengan World Resources Institute (WRI) Indonesia melalui Peta Jalan Dekarbonisasi Industri Nikel Nasional sebagai pijakan konkret mendukung komitmen Net Zero Emissions sebelum 2060.

Penyusunan peta jalan melibatkan lebih dari 30 perusahaan tambang dan smelter nikel di Sulawesi dan Maluku Utara, 15 kementerian/lembaga, serta kalangan akademisi.

Pendekatan ini memastikan roadmap dekarbonisasi mampu menyentuh seluruh rantai nilai—from ekstraksi hingga hilirisasi—dengan memadukan keahlian industri, kebijakan pemerintah, dan riset ilmiah.

Peta jalan ini mengusung empat pilar strategis:

Efisiensi Energi dan Material – Optimalisasi proses smelting agar penggunaan energi dan bahan baku lebih hemat.

Penggantian Bahan Bakar – Beralih dari bahan bakar fosil ke biofuel atau gas alam bersih.

Substitusi Material – Inovasi penggunaan bahan alternatif dengan jejak karbon lebih rendah.

Penggunaan Listrik Rendah Karbon – Prioritas pada listrik dari sumber terbarukan menggantikan PLTU captive, mengingat pembangkit ini menyumbang emisi terbesar di industri nikel.

Pelaksanaan roadmap ini akan menjadi masukan strategis dalam RPJMN 2025–2029 dan selaras dengan RPJPN 2025–2045, menjadikan industri nikel Indonesia kompetitif sekaligus berkelanjutan.

Dengan penekanan pada penggunaan listrik hijau dan pengurangan emisi hingga 81 %, Indonesia berpotensi menjadi contoh global pengelolaan sumber daya mineral yang ramah lingkungan. Sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat menjadi kunci sukses mewujudkan hilirisasi nikel rendah karbon berdaya saing tinggi.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK