Fakta Nasional

Target Rampung Akhir 2026, Danantara dan BP BUMN Bakal Pangkas 48 Anak Usaha Telkom

FAKTANASIONAL.NET — Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara bersama Badan Percepatan (BP) BUMN berencana melakukan pemangkasan besar-besaran terhadap anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Langkah penataan struktur ( streamlining ) ini dita…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 11 June 2026 📖 2 menit
Target Rampung Akhir 2026, Danantara dan BP BUMN Bakal Pangkas 48 Anak Usaha Telkom
Danantara bersama BP BUMN menargetkan proses streamlining 48 anak usaha PT Telkom Indonesia dapat rampung pada akhir tahun 2026 tanpa adanya PHK karyawan./net.
) -->

FAKTANASIONAL.NET — Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara bersama Badan Percepatan (BP) BUMN berencana melakukan pemangkasan besar-besaran terhadap anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

Langkah penataan struktur (streamlining) ini ditargetkan dapat rampung sepenuhnya pada akhir tahun 2026.

Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menegaskan bahwa langkah transformasi ini sangat krusial dilakukan oleh Telkom Group.

Penataan ulang struktur korporasi dinilai menjadi bagian penting untuk memperkuat fokus bisnis dan meningkatkan daya saing perusahaan di tengah perkembangan industri digital yang bergerak dinamis.

"Transformasi ini penting untuk memperkuat fokus bisnis dan memastikan Telkom Group bergerak lebih agile dalam menjawab kebutuhan ekosistem digital nasional," ujar Dony, dikutip Rabu (10/6/2026).

14 Perusahaan Ditutup, Sisanya Dimerger

Dony membeberkan, total ada 48 anak usaha di lingkungan Telkom Group yang masuk dalam daftar penataan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 14 perusahaan yang dinilai tidak lagi optimal diputuskan untuk ditutup secara permanen atau dilikuidasi. Sementara itu, 34 anak perusahaan sisanya akan dikonsolidasikan melalui skema penggabungan usaha (merger).

Kendati ada pemangkasan puluhan entitas bisnis, Dony memberikan jaminan bahwa proses efisiensi ini tidak akan memicu gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal bagi para karyawan.

Seluruh pegawai dari perusahaan yang terdampak dipastikan akan diserap dan dialihkan ke dalam entitas baru hasil konsolidasi.

“Kan banyak konsolidasi. Misalkan kayak fiber optic, itu nanti terkonsol ada beberapa perusahaan yang jadi satu, kan size-nya jadi besar, karyawannya ikut. Kan banyaknya merger," pungkas Dony.

Percepat Pembentukan Strategic Holding Digital

Sebelumnya, jajaran Danantara dan BP BUMN telah menggelar pertemuan dengan Direktur Strategic Business Development & Portfolio PT Telkom Indonesia, Seno Soemadji, untuk mematangkan roadmap penataan portofolio bisnis korporasi pelat merah tersebut.

Dalam pemaparannya, pihak Telkom menguraikan sejumlah langkah taktis yang sedang berjalan, mulai dari aksi korporasi berupa merger, divestasi, likuidasi, konsolidasi lini bisnis, hingga pembentukan wadah enterprise holding baru.

Struktur baru ini sengaja diarahkan guna mengamankan kepemimpinan pasar di sektor infrastruktur telekomunikasi nasional.

Sebagai bagian dari agenda besar transformasi tersebut, sejumlah program prioritas juga terus dikebut akselerasinya.

Fokus utama pembenahan ini mencakup konsolidasi FiberCo BUMN, ekspansi pusat data (Data Center), penataan bisnis menara telekomunikasi (TowerCo), pembentukan InfraCo, serta penataan ulang seluruh lisensi operasional di bawah jajaran Telkom Group.

Rangkaian penataan ini ditargetkan dapat menggeser posisi Telkom dari sekadar perusahaan telekomunikasi konvensional menjadi sebuah strategic holding digital yang lebih adaptif dan berdaya saing global.

Baca Juga: Rosan Roeslani umumkan PT DSI Resmi jadi BUMN


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK