Fakta Nasional

Tarif Impor Trump Aktif Kembali hingga 9 Juni: Apple Berpotensi Alami Kerugian Miliaran Dolar

TEKNO, FAKTANASIONAL.NET - Setelah sempat dibatalkan oleh pengadilan, tarif impor yang diberlakukan di era Presiden Trump kini kembali aktif hingga setidaknya 9 Juni. Tarif ini menargetkan berbagai barang elektronik dan berdampak langsung pada perus…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 02 June 2025 📖 1 menit
Tarif Impor Trump Aktif Kembali hingga 9 Juni: Apple Berpotensi Alami Kerugian Miliaran Dolar
Apple/(ilustrasi/@pixabay)

TEKNO, FAKTANASIONAL.NET - Setelah sempat dibatalkan oleh pengadilan, tarif impor yang diberlakukan di era Presiden Trump kini kembali aktif hingga setidaknya 9 Juni.

Tarif ini menargetkan berbagai barang elektronik dan berdampak langsung pada perusahaan teknologi besar seperti Apple.

Meski pengadilan menyebut bahwa presiden tidak memiliki kuasa penuh mengatur perdagangan di bawah Emergency Economic Powers Act, keputusan sementara ini tetap menahan tarif berlaku sambil menunggu argumen kedua pihak.

Apple diperkirakan mengalami kerugian hingga $900 juta (sekitar Rp14 triliun) pada kuartal kedua 2025.

Apple telah lama memanfaatkan rantai pasok global yang efisien, namun kondisi ini kini menjadi titik lemah.

Produk seperti iPhone 17 diprediksi mengalami lonjakan harga signifikan karena biaya produksi yang melonjak dan hambatan tarif yang belum jelas arahnya.

Dengan ketidakpastian kebijakan hingga setidaknya 9 Juni, konsumen disarankan untuk bersiap menghadapi kemungkinan lonjakan harga pada produk Apple, terutama iPhone, MacBook, dan perangkat lainnya.

Hal ini juga bisa mempengaruhi jadwal peluncuran dan distribusi produk terbaru dari Apple di seluruh dunia.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK