Fakta Nasional

Tarif Ojol Naik, Pelanggan Ogah? Ancaman Bumerang bagi Pengemudi

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Ojek online (ojol) telah menjadi solusi transportasi andalan masyarakat urban. Kebijakan terbaru menaikkan tarif ojol diharapkan memperbaiki kesejahteraan mitra pengemudi. Namun, pendapat Peneliti IDEAS Muhammad Anwar ju…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 05 July 2025 📖 1 menit
Tarif Ojol Naik, Pelanggan Ogah? Ancaman Bumerang bagi Pengemudi
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk resmi menghapus skema langganan pada layanan GoRide Hemat demi menyelaraskan sistem bagi hasil yang lebih adil bagi para mitra pengemudi ojek online./(Ilustrasi/@pixabay)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Ojek online (ojol) telah menjadi solusi transportasi andalan masyarakat urban. Kebijakan terbaru menaikkan tarif ojol diharapkan memperbaiki kesejahteraan mitra pengemudi.

Namun, pendapat Peneliti IDEAS Muhammad Anwar justru menyiratkan potensi kontra produktif yang bisa merugikan semua pihak.

Menurut Anwar, sumber frustrasi utama mitra ojol bukan tarif yang rendah, melainkan besarnya potongan yang diterapkan aplikator—bisa mencapai 20 persen dari pendapatan.

Kenaikan tarif sesungguhnya tidak menyentuh beban potongan ini, sehingga manfaat bagi pengemudi menjadi minimal.

Kebijakan tarif tinggi berpotensi membuat pelanggan enggan memesan ojol karena ongkos meningkat. Jika jumlah pengguna menurun, pengemudi justru kehilangan kesempatan cuan.

Anwar memperingatkan bahwa perlindungan pengemudi sejati justru memerlukan perbaikan struktur ekosistem, termasuk evaluasi ulang potongan aplikator.

Pada akhirnya, kenaikan tarif tanpa reformasi mendalam bisa menjadi bumerang: pelanggan mundur, pengemudi merugi.

Solusi menyeluruh menuntut pemerintah, aplikator, dan asosiasi pengemudi duduk bersama membahas model bisnis berkelanjutan—bukan sekadar menaikan angka tarif semata.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK