Tarif Ojol Naik, Pelanggan Ogah? Ancaman Bumerang bagi Pengemudi
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Ojek online (ojol) telah menjadi solusi transportasi andalan masyarakat urban. Kebijakan terbaru menaikkan tarif ojol diharapkan memperbaiki kesejahteraan mitra pengemudi. Namun, pendapat Peneliti IDEAS Muhammad Anwar ju…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Ojek online (ojol) telah menjadi solusi transportasi andalan masyarakat urban. Kebijakan terbaru menaikkan tarif ojol diharapkan memperbaiki kesejahteraan mitra pengemudi.
Namun, pendapat Peneliti IDEAS Muhammad Anwar justru menyiratkan potensi kontra produktif yang bisa merugikan semua pihak.
Menurut Anwar, sumber frustrasi utama mitra ojol bukan tarif yang rendah, melainkan besarnya potongan yang diterapkan aplikator—bisa mencapai 20 persen dari pendapatan.
Kenaikan tarif sesungguhnya tidak menyentuh beban potongan ini, sehingga manfaat bagi pengemudi menjadi minimal.
Kebijakan tarif tinggi berpotensi membuat pelanggan enggan memesan ojol karena ongkos meningkat. Jika jumlah pengguna menurun, pengemudi justru kehilangan kesempatan cuan.
Anwar memperingatkan bahwa perlindungan pengemudi sejati justru memerlukan perbaikan struktur ekosistem, termasuk evaluasi ulang potongan aplikator.
Pada akhirnya, kenaikan tarif tanpa reformasi mendalam bisa menjadi bumerang: pelanggan mundur, pengemudi merugi.
Solusi menyeluruh menuntut pemerintah, aplikator, dan asosiasi pengemudi duduk bersama membahas model bisnis berkelanjutan—bukan sekadar menaikan angka tarif semata.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.