Fakta Nasional

Tata Kelola MBG Sudah Cacat Sejak Dalam Logika

FAKTANASIONAL.NET - Tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai cacat secara logika karena lebih mengutamakan kecepatan ekspansi dan besarnya produksi daripada memastikan setiap makanan benar-benar aman sebelum dikonsumsi. Akibat logika y…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: M. Sahlan Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 17 September 2026 📖 1 menit
Tata Kelola MBG Sudah Cacat Sejak Dalam Logika
Demo MBG. Foto: BBC
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai cacat secara logika karena lebih mengutamakan kecepatan ekspansi dan besarnya produksi daripada memastikan setiap makanan benar-benar aman sebelum dikonsumsi.

Akibat logika yang keliru tersebut, sejumlah dapur dapat beroperasi meskipun standar kelayakan higiene dan sanitasi belum sepenuhnya dipastikan.

Padahal, kelayakan dan keamanan setiap dapur seharusnya dibuktikan secara ketat sebelum produksi dimulai, bukan baru dihentikan dan diperbaiki setelah kasus keracunan terjadi.

Keselamatan anak-anak tidak boleh dijadikan ruang uji coba bagi sebuah program negara. Ketika ribuan dapur harus ditangguhkan, fakta itu menunjukkan bahwa persoalan keracunan yang berulang tidak cukup dijelaskan sebagai kelalaian manusia atau pelanggaran standar operasional, tetapi harus dibaca sebagai tanda adanya kelemahan sistemik dalam pengelolaan program.

Sistem pengawasan MBG saat ini juga masih terlalu reaktif karena dalam banyak kasus munculnya korban justru menjadi alarm pertama bahwa proses telah gagal.

Pola seperti ini berbahaya karena pengawasan seharusnya bekerja sebelum makanan sampai kepada penerima manfaat, bukan setelah anak-anak mengalami gangguan kesehatan.

Sistem pengawasan yang baik harus mampu mendeteksi dan menghentikan potensi bahaya sejak di dalam dapur. Produksi harus dihentikan ketika suhu tidak memenuhi standar, bahan harus ditolak ketika rantai pendingin terputus, dan makanan tidak boleh didistribusikan apabila ada titik kritis keamanan pangan yang tidak terpenuhi.

Dengan mekanisme seperti itu, makanan yang tidak layak tidak akan pernah sampai ke tangan anak-anak.

Karena itu, penambahan aturan atau pencopotan petugas yang lalai tidak akan menyelesaikan persoalan apabila arsitektur pengawasannya tetap sama.

Pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap rancangan program MBG, mulai dari cara dapur dinyatakan layak, penentuan kapasitas produksi, pengawasan bahan baku, pengendalian suhu dan waktu, hingga sistem pelacakan keamanan pangan.

Keberhasilan program sebesar MBG tidak boleh lagi hanya diukur dari jumlah dapur yang beroperasi atau jumlah porsi yang dibagikan.

Jaminan keselamatan harus menjadi ukuran utama sekaligus syarat mutlak yang menentukan seberapa jauh dan seberapa cepat program ini boleh dikembangkan.

Jakarta, 15 September 2026

Penulis: HAMDI PUTRA (Forum Sipil Bersuara/FORSIBER)


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK