Tegas! Menkeu Purbaya Tolak Danai Proyek 'Family Office' Luhut dengan Uang Negara
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan penolakan keras terhadap usulan alokasi dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk proyek pembangunan family office. Inisiasi yang digagas oleh…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan penolakan keras terhadap usulan alokasi dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk proyek pembangunan family office. Inisiasi yang digagas oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, ini diminta untuk berjalan secara mandiri tanpa suntikan dana pemerintah. Purbaya menegaskan bahwa fokus utamanya adalah menjaga integritas APBN.
Dalam keterangannya di kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, pada Selasa (15/10/2025), Purbaya menyatakan tidak akan menggeser anggaran negara untuk proyek tersebut. Ia menekankan komitmennya untuk memastikan setiap rupiah dari APBN digunakan secara efektif, tepat sasaran, dan bebas dari kebocoran. Sikap tegas ini menggarisbawahi prioritas pemerintah dalam mengelola keuangan negara di tengah berbagai tantangan ekonomi.
Purbaya menegaskan bahwa tugas utamanya adalah mengawal alokasi anggaran agar tepat guna. "Saya anggarannya nggak akan alihkan ke sana. Saya fokus alokasi anggaran yang tepat, nanti pas melaksanakannya tepat waktu, tepat sasaran, dan nggak ada yang bocor. Itu aja," ujarnya. Ia juga mengaku belum terlibat dalam penyusunan rencana family office dan belum memahami konsepnya secara mendalam, sehingga enggan berkomentar lebih jauh.
Di sisi lain, Luhut Binsar Pandjaitan telah menggulirkan wacana ini sejak 2024. Menurutnya, family office berpotensi besar menarik investasi dari para individu dan keluarga kaya global. Pada Maret 2025, Luhut mengungkapkan bahwa DEN sedang menyiapkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pusat Keuangan di Bali, yang diharapkan bisa menjadi pintu masuk investasi asing, meniru kesuksesan Dubai dan Singapura.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.