Telkom Resmi "Spin-Off" Bisnis Fiber ke InfraNexia: Transformasi Digital Semakin Agresif
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mengambil langkah strategis besar dengan mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk memisahkan (spin-off) sebagian bisnis dan aset Wholesale Fib…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mengambil langkah strategis besar dengan mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk memisahkan (spin-off) sebagian bisnis dan aset Wholesale Fiber Connectivity-nya.
Aset ini kini resmi dipindahkan ke anak perusahaan baru, PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF), yang dikenal sebagai InfraNexia. Keputusan ini, yang disetujui mayoritas pemegang saham independen pada Jumat (12/12) kemarin, merupakan bagian dari inisiatif transformasi jangka panjang Telkom, TLKM 30, dilansir pada 14 Desember 2025.
Memperkuat Ekosistem Konektivitas Nasional
Aksi korporasi ini menegaskan komitmen Telkom dalam mendukung percepatan pembangunan ekosistem konektivitas digital yang merata di seluruh Indonesia. InfraNexia diproyeksikan menjadi penggerak pertumbuhan baru dengan mengoptimalkan aset infrastruktur dan meningkatkan kualitas layanan digital. Infrastruktur yang dialihkan sangat masif, mencakup 173.000 kilometer kabel fiber optik—setara empat kali keliling Bumi.
Nilai Aset dan Fokus Bisnis InfraNexia
Dengan fokus pada pengembangan bisnis fiber, InfraNexia diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional dan membuka peluang kemitraan strategis, termasuk network sharing. Pada fase pertama spin-off, InfraNexia akan menguasai lebih dari 50% total infrastruktur jaringan fiber Telkom. Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menyatakan bahwa langkah ini akan menciptakan struktur usaha yang lebih fokus dan tangkas, memberikan kontribusi lebih besar bagi digitalisasi nasional dan menciptakan nilai tambah. Total nilai buku aset yang dialihkan ke InfraNexia diperkirakan mencapai Rp90 triliun setelah depresiasi.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.