Telkom Tanam 150 Bibit: Aksi Nyata Pemulihan Hutan Gunung Gede Pangrango
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Kerusakan hutan di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) akibat perburuan cacing sonari, yang kabarnya telah merusak hingga 20 hektar area, memicu keprihatinan serius. Menanggapi masalah lingkungan ini, PT Telkom…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Kerusakan hutan di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) akibat perburuan cacing sonari, yang kabarnya telah merusak hingga 20 hektar area, memicu keprihatinan serius. Menanggapi masalah lingkungan ini, PT Telkom Indonesia, melalui program Telkom Employee Social Activity (TESA), mengambil langkah nyata dengan menggelar aksi reboisasi di Desa Tegallega, Cianjur, Jawa Barat, Kegiatan ini menjadi wujud komitmen perusahaan dalam mendukung pemulihan kawasan konservasi, dilansir pada 21 November 2025.
Fokus pada Pohon Endemik dan Keanekaragaman Hayati
Dalam kegiatan ini, 65 peserta yang terdiri dari karyawan Telkom, tenaga pendukung, perwakilan Dinas Kehutanan, dan warga sekitar, menanam 150 bibit pohon endemik. Tiga jenis pohon yang dipilih adalah Kisireum, Puspa, dan Huru, yang merupakan tanaman khas Jawa Barat. Pemilihan pohon endemik ini bertujuan untuk memastikan rehabilitasi berjalan selaras dengan karakter ekologis TNGGP dan mendukung pemulihan jangka panjang keanekaragaman hayati. Hery Susanto, Senior General Manager Social Responsibility Telkom, menyatakan kegiatan ini bertujuan mengembalikan fungsi ekologis hutan sebagai penyangga kehidupan.
Kolaborasi Multiphak untuk Keberlanjutan
Aksi reboisasi ini menekankan pentingnya kolaborasi multipihak. Keterlibatan karyawan, pemerintah, dan masyarakat lokal menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan memerlukan sinergi dari berbagai elemen. Program TESA merupakan bagian dari inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Telkom yang sejalan dengan pencapaian SDGs poin 13 dan 15. Telkom berupaya agar inisiatif keberlanjutan ini tidak hanya bersifat sesaat, tetapi memberikan dampak yang lebih luas, nyata, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.