Fakta Nasional

Tewasnya Dua Turis di Monkey Forest Bali, DPR Desak Pengelola Wisata Prioritaskan Keselamatan

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Tragedi tewasnya dua wisatawan asing akibat tertimpa pohon di kawasan wisata Monkey Forest, Ubud, Gianyar, Bali, memantik keprihatinan berbagai pihak. Atas peristiwa tersebut, pengelola destinasi wisata pun diminta untuk…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Zul Jamba Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 12 December 2024 📖 2 menit
Tewasnya Dua Turis di Monkey Forest Bali, DPR Desak Pengelola Wisata Prioritaskan Keselamatan
Anggota Komisi VII DPR RI, Siti Mukaromah/dnl.
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Tragedi tewasnya dua wisatawan asing akibat tertimpa pohon di kawasan wisata Monkey Forest, Ubud, Gianyar, Bali, memantik keprihatinan berbagai pihak.

Atas peristiwa tersebut, pengelola destinasi wisata pun diminta untuk meningkatkan prioritas terhadap keselamatan wisatawan, terutama di tengah cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologis.

Anggota Komisi VII DPR RI ,Siti Mukaromah, menegaskan perlunya penerapan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat di destinasi wisata luar ruang.

“Cuaca ekstrem di akhir tahun seperti ini selalu berpotensi memunculkan bencana. Pengelola wisata harus memiliki SOP untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan wisatawan,” ujar Siti Mukaromah, yang akrab disapa Ema, Rabu (11/12/2024).

Kejadian tragis itu menewaskan dua warga negara asing (WNA), yaitu Funny Justine Christine (32) asal Prancis dan Kim Hyoeun (42) asal Korea Selatan.

Keduanya meninggal setelah tertimpa pohon tumbang di Monkey Forest, sementara tiga wisatawan lainnya mengalami luka-luka. Para korban langsung dievakuasi ke RSUP Prof. IGNG Ngoerah, Denpasar.

Ema meminta Dinas Pariwisata Bali serta pengelola Monkey Forest Ubud untuk segera melakukan evaluasi atas peristiwa tersebut.

“Harus ada evaluasi untuk mengetahui apakah ini murni bencana atau ada unsur kelalaian dari pihak pengelola, seperti tetap mengizinkan wisatawan masuk meskipun kondisi cuaca tidak mendukung,” katanya.

Ema juga menyoroti pentingnya penanganan profesional agar peristiwa ini tidak mencoreng citra pariwisata Indonesia di mata dunia.

“Kita berharap agar kasus ini tidak mempengaruhi persepsi wisatawan asing terhadap pariwisata Indonesia. Maka dari itu, diperlukan langkah konkret dari pemerintah,” ujarnya.

Menurut Ema, tanggung jawab terhadap keselamatan wisatawan tidak hanya ada di tangan pengelola objek wisata, tetapi juga melibatkan pemerintah, pelaku bisnis pariwisata, dan masyarakat.

“Kementerian Pariwisata perlu memastikan bahwa pengelola wisata memiliki SOP yang jelas untuk menghadapi situasi yang mengancam keselamatan, baik wisatawan asing maupun lokal,” tegasnya.

Ema menambahkan, langkah preventif sangat penting untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang. “Tragedi ini adalah peringatan bagi semua pihak untuk lebih peduli terhadap manajemen keamanan dan keselamatan di tempat wisata,” pungkasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya peningkatan pengelolaan keamanan di destinasi wisata demi menjaga kepercayaan wisatawan terhadap pariwisata Indonesia.[dnl]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK