Fakta Nasional

Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Way Kambas, Balai TNWK Pastikan Koloni Gajah Jauh dari Titik Api

FAKTANASIONAL.NET - Tim gabungan melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda di dua titik kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) pada Rabu kemarin. Operasi pemadaman tersebut melibatkan kolaborasi personel Balai TNWK, TNI…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Damiri Adam Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 24 September 2026 📖 3 menit
Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Way Kambas, Balai TNWK Pastikan Koloni Gajah Jauh dari Titik Api
Tim gabungan melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, Lampung. (FAKTANASIONAL/HO).
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Tim gabungan melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda di dua titik kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) pada Rabu kemarin.

Operasi pemadaman tersebut melibatkan kolaborasi personel Balai TNWK, TNI-Polri, elemen mitra, serta Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatra.

"kebakaran hutan tersebut terdeteksi di dua lokasi terpisah dengan karakteristik bentang alam yang berbeda," kata Ketua Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatra di TNWK, Brigjen TNI Sriyanto, Kamis (24/9).

Dia melanjutkan Karhutla yang terjadi di dua titik tersebut, pertama terjadi di area Pusat Latihan Gajah (PKG) tepatnya pada lokasi proyek pembangunan kandang gajah jantan, Kecamatan Labuhan Ratu sekitar pukul 11.00 WIB. Untuk titik kedua, lanjut dia, membakar kawasan hutan sekunder di Resor Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah Cabang, tepatnya pada Grid 31 T, 30 U, dan 31 U.

"Titik pertama di area PKG, kobaran api melahap vegetasi semak belukar, ilalang, hingga pohon mentru dengan luasan lahan terdampak sekitar 5 hektare. Untuk titik kedua di Resor Cabang, kebakaran terjadi secara sporadis pada permukaan dan tajuk pohon. Kondisi ini dipicu oleh cuaca panas bersuhu 33 derajat celsius serta embusan angin yang cukup kencang di lapangan," kata dia.

Untuk menangani titik pertama tersebut, tambah dia, pengerahan puluhan personel gabungan langsung meluncur ke lokasi kejadian sesaat setelah menerima laporan. Untuk pemadaman di area PKG dikerahkan sebanyak 39 personel, yang dipimpin oleh Letda Inf Fuji selaku Pasi Intel YTP 943/DPC dan Letda Ckm Wahid selaku Danton Kesehatan YTP 943/DPC, bersama jajaran Kodim 0429/Lampung Timur, Polhut, serta mitra pekerja lapangan.

"Pergerakan armada pendukung dilakukan sangat cepat dengan waktu tempuh minimal menuju garis api. Jeda kedatangan armada hanya sepuluh menit dari awal informasi kami terima. Kami mengerahkan empat unit kendaraan, terdiri dari dua damkar, satu kendaraan tangki, dan satu kendaraan angkut personel," terangnya.

Mengenai suplai air di lapangan, Sriyanto menyebut armada pemadam harus mengisi ulang pasokan air berkali-kali untuk memastikan kobaran benar-benar padam. Pasokan air, katanya, habis sebanyak empat tangki damkar setelah diisi ulang secara bertahap dari kendaraan tangki pendamping.

Guna mengantisipasi kendala jarak sumber air di lokasi tersebut, tim gabungan menerapkan strategi pemadaman pompa seri 3 menggunakan tiga unit mesin pompa portabel yang disokong bak penampung air. Personel dan mitra di lapangan turut merangsek dengan membawa alat penyemprot punggung (jet shooter) serta peralatan manual seperti garuk tajam dan tumpul untuk melokalisasi kobaran.

"Sinergi solid antar instansi bersama mitra pekerja lapangan menjadi kunci penting terkendalinya rambatan api di medan yang berat. Sementara untuk tantangan utama di lapangan adalah akses medan dan jarak sumber air yang cukup jauh dari kepala api. Namun, kesiapsiagaan seluruh personel yang langsung menggelar selang pompa serta menyisir titik-titik bara membuat ancaman kebakaran di kawasan inti berhasil ditangani," katanya.

Sementara itu, Kepala Balai TNWK, MHD Zaidi, memastikan titik kebakaran baru di Resor Cabang berada jauh dari wilayah jelajah kelompok gajah TNWK sehingga keselamatan satwa langka tersebut tetap terlindungi.

"Gajah jauh sekali dari lokasi Karhutla kemarin. Kelompok gajah berada wilayah Resort Toto Projo," kata Zaidi.

Berdasarkan informasi sementara dari Balai TNWK tersebut, titik api dipastikan tidak berada di sekitar habitat maupun koridor utama pergerakan kelompok gajah yang terpantau aman di wilayah Resor Toto Projo.

Setelah api utama padam, personel gabungan tetap bersiaga melaksanakan tahap pendinginan (mopping up) agar tidak timbul bara tersembunyi.

Di samping itu, komite dan pihak balai juga mengoordinasikan opsi bantuan pemadaman udara (water bombing) untuk menyisir titik-titik koordinat api tertentu yang memiliki tingkat kerawanan tinggi dan sulit dijangkau melalui jalur darat.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK