Fakta Nasional

Tingkatkan Akurasi Data Bansos, Kemensos Gandeng GoTo Terapkan Teknologi Deteksi Wajah

FAKTANASIONAL.NET — Kementerian Sosial (Kemensos) resmi menggandeng perusahaan teknologi nasional GoTo untuk mendukung digitalisasi program bantuan sosial (bansos). Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah dalam meningkatkan akur…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 15 June 2026 📖 2 menit

FAKTANASIONAL.NET — Kementerian Sosial (Kemensos) resmi menggandeng perusahaan teknologi nasional GoTo untuk mendukung digitalisasi program bantuan sosial (bansos).

Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah dalam meningkatkan akurasi data kemiskinan sekaligus memastikan seluruh bantuan finansial maupun logistik dapat tersalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak.

Sinergi pemanfaatan teknologi ini dibahas secara mendalam dalam pertemuan resmi antara Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan jajaran pimpinan GoTo yang berlangsung di Kantor Kemensos, Jakarta, pada Jumat (12/6/2026).

Fokus pembahasan dalam pertemuan tersebut meliputi penguatan sistem verifikasi penerima manfaat, pemanfaatan ekosistem teknologi digital untuk efisiensi distribusi, hingga peluang dukungan teknologi bagi program Sekolah Rakyat yang digagas oleh kementerian.

Menteri Sosial yang akrab disapa Gus Ipul menegaskan bahwa validitas dan akurasi data merupakan pilar utama sekaligus kunci mutlak dari keberhasilan seluruh program perlindungan sosial di Indonesia. Tanpa adanya pembenahan pada basis data, program intervensi kemiskinan rawan mengalami distorsi di lapangan.

Baca Juga: Gus Ipul: Kerja Kemensos Harus Berbasis Data dan Membumi

“Kalau datanya tidak akurat, maka sasarannya juga tidak tepat,” ujar Gus Ipul menekankan pentingnya kolaborasi ini di Kantor Kemensos.

Sebagai langkah dukungan awal dalam kemitraan ini, GoTo menyediakan inovasi teknologi verifikasi berbasis liveness detection. Sistem mutakhir ini mampu memastikan identitas asli dari penerima manfaat melalui metode deteksi keaktifan wajah secara langsung.

Teknologi tersebut sengaja dirancang sedemikian rupa untuk mencegah celah manipulasi digital, seperti penggunaan foto statis, rekaman video tiruan, atau kecurangan identitas lainnya selama proses verifikasi berlangsung.

Gus Ipul menilai kehadiran teknologi pengenalan wajah ini akan sangat membantu proses penyaluran bansos menjadi jauh lebih akurat, akuntabel, dan transparan.

Guna menyukseskan implementasi awal, pihak GoTo memberikan dukungan kuota cuma-cuma sebanyak 5 juta kali verifikasi yang dialokasikan khusus untuk mendukung kelancaran uji coba digitalisasi bantuan sosial nasional.

Sistem verifikasi canggih ini sebenarnya telah dikembangkan sejak tahun 2022 lalu dan sudah melewati fase uji coba berkala di 42 kabupaten dan kota di Indonesia.

Dari total 28.961 percobaan verifikasi yang telah dilakukan selama masa simulasi tersebut, teknologi ini mencatatkan performa impresif dengan tingkat keberhasilan mencapai sekitar 98,4 persen.

Di samping pembenahan sektor verifikasi data, Kemensos dan GoTo juga mengeksplorasi peluang pemanfaatan ekosistem dompet digital GoPay sebagai sarana alternatif dalam penyaluran dana bansos.

Penggunaan dompet digital ini diproyeksikan dapat memangkas jalur birokrasi distribusi sehingga proses pengiriman bantuan menjadi lebih cepat, aman, efisien, dan langsung mendarat di rekening masyarakat yang membutuhkan tanpa perantara.

Dalam momentum pertemuan tersebut, Gus Ipul turut memperkenalkan program Sekolah Rakyat, sebuah inisiatif pendidikan yang ditujukan khusus bagi anak-anak dari keluarga miskin, anak yang mengalami putus sekolah, serta anak telantar.

Ia menaruh harapan besar agar GoTo dapat ikut berkontribusi mendukung pengembangan sistem teknologi mutakhir untuk pengelolaan sekolah, pemantauan aktivitas belajar siswa, hingga sistem manajemen transaksi keuangan di dalamnya.

Menurut Gus Ipul, pemanfaatan infrastruktur teknologi yang aman, andal, dan teruji merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya besar pemerintah untuk memperkuat jaring pengaman sosial.

Modernisasi sistem ini diharapkan mampu memastikan seluruh bantuan materi serta layanan pendidikan dapat menjangkau lapisan masyarakat yang benar-benar membutuhkan uluran tangan negara.

Baca Juga: Kemensos Salurkan Bantuan Logistik Rp2,6 Miliar ke Tiga Provinsi Terdampak Bencana


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK