Fakta Nasional

Tingkatkan Daya Saing dan Kompetensi SDM KP, BPPSDM KP Bangun Kolaborasi Strategis

FAKTANASIONAL.NET - Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) di bawah naungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar Sarasehan Pelatihan dan Sertifikasi SDM Kelautan dan Perikanan bertajuk…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Editor Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 05 December 2025 📖 2 menit
Tingkatkan Daya Saing dan Kompetensi SDM KP, BPPSDM KP Bangun Kolaborasi Strategis
Kegiatan Sarasehan Pelatihan dan Sertifikasi SDM Kelautan dan Perikanan yang digelar Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) di Ruang Tuna, Gedung Mina Bahari IV KKP, Jakarta Pusat, Kamis (4/12/2025)/zul-fkn

FAKTANASIONAL.NET - Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) di bawah naungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar Sarasehan Pelatihan dan Sertifikasi SDM Kelautan dan Perikanan bertajuk “Transformasi SDM KP yang Unggul dan Kompeten dalam Menjawab Tantangan Sektor Industri Kelautan dan Perikanan”. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Tuna, Gedung Mina Bahari IV KKP, Jakarta Pusat, Kamis (4/12/2025).

Sarasehan tersebut diselenggarakan sebagai upaya memperkuat sinergi lintas kementerian dan lembaga, dunia usaha, sektor industri, serta lembaga sertifikasi dalam meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia di bidang kelautan dan perikanan.

Kegiatan ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang seiring dengan perubahan teknologi dan standar global.

Rangkaian acara meliputi pemaparan kebijakan nasional pengembangan SDM kelautan dan perikanan, diskusi tematik terkait sertifikasi Ahli Kelautan dan Perikanan serta peningkatan kompetensi teknis, penandatanganan kerja sama strategis, hingga layanan help desk guna mempercepat proses pelatihan dan sertifikasi.

Kepala Pusat Pelatihan Kelautan dan Perikanan BPPSDM KP, Lily Aprilya Pregiwati, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sektor kelautan dan perikanan saat ini berada dalam fase perubahan yang sangat signifikan, baik di tingkat nasional maupun global.

"Kondisi ini mendorong meningkatnya kebutuhan akan SDM yang kompeten, tersertifikasi, dan siap terjun ke dunia kerja," kata Lily.

Menurutnya, percepatan perkembangan teknologi serta semakin ketatnya standar internasional telah memunculkan kesenjangan kompetensi di sektor kelautan dan perikanan. Tantangan tersebut menjadi pekerjaan bersama untuk memastikan SDM nasional mampu beradaptasi sekaligus menjadi penggerak utama industrialisasi perikanan di Indonesia.

"Sebagai unit pembina pelatihan, BPPSDM KP terus memperkuat langkah transformasi melalui penyelarasan kurikulum pelatihan dengan kebutuhan industri," ungkap Lily.

Selain itu, lanjutnya, BPPSDM KP juga mengintegrasikan pelatihan, sertifikasi, dan penempatan kerja sebagai satu kesatuan layanan pengembangan kompetensi.

Upaya lainnya dilakukan melalui peningkatan kualitas tenaga pelatih dan instruktur, penguatan digitalisasi pembelajaran, perluasan akses sertifikasi bagi awak kapal perikanan serta bidang penangkapan lainnya, serta pengembangan jejaring kerja sama dengan industri, asosiasi, serikat pekerja, akademisi, dan para pemangku kepentingan terkait.

Lily menegaskan bahwa sarasehan ini tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga wadah untuk merumuskan kesepakatan bersama. Sinergi lintas sektor dinilai sangat penting agar kebijakan yang dihasilkan mampu menjawab kebutuhan industri sekaligus membuka peluang penempatan kerja, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Sarasehan yang diikuti sekitar 500 peserta dari berbagai kementerian, lembaga, dan mitra strategis ini juga diisi dengan diskusi panel mengenai kebijakan peluang kerja, penguatan kompetensi, serta peningkatan akses sertifikasi dan penempatan tenaga kerja.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat dirumuskan lima kesepakatan utama, yakni rekomendasi kebijakan pengembangan dan sertifikasi SDM KP, peta peluang kerja domestik dan global, model kolaborasi pelatihan–sertifikasi–penempatan yang terintegrasi, penguatan standar lembaga pelatihan dan uji kompetensi, serta percepatan layanan sertifikasi bagi masyarakat dan dunia usaha.[zul]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK