Fakta Nasional

Tinjau Pelaksanaan Perdana Program Makan Bergizi Gratis di Depok, Gus Imin Apresiasi Kondisi Dapur

DEPOK, FAKTANASIONAL.NET - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PMK), Muhaimin Iskandar (Gus Imin), meninjau langsung pelaksanaan perdana program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan Kabayunan, Tapos, Kota Depok, Jawa Barat. Selain b…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Zul Jamba Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 07 January 2025 📖 2 menit
Tinjau Pelaksanaan Perdana Program Makan Bergizi Gratis di Depok, Gus Imin Apresiasi Kondisi Dapur
Menko PMK, Muhaimin Iskandar (Gus Imin) saat meninjau hari pertama pelaksanaan Program MBG ) di kawasan Kabayunan, Tapos, Kota Depok, Jawa Barat/Humas.
) -->

DEPOK, FAKTANASIONAL.NET - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PMK), Muhaimin Iskandar (Gus Imin), meninjau langsung pelaksanaan perdana program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan Kabayunan, Tapos, Kota Depok, Jawa Barat. Selain berbincang dengan siswa, Gus Imin juga meninjau kondisi dapur program MBG.

Mengenakan kemeja putih, celana hitam, dan topi abu-abu berlogo burung garuda, Gus Imin memeriksa kotak-kotak makan berbahan stainless. Untuk memastikan kebersihan dan sterilisasi, Cak Imin mengenakan penutup kepala (shower cap) dan masker medis berwarna hijau.

“Ini kan tempe, terus kurang apa lagi lauk yang belum dimasukkan?” tanya Gus Imin kepada salah satu petugas saat melihat kotak makan yang belum semuanya diisi lauk.

Petugas menjawab bahwa kotak makanan berukuran 25x20 cm itu tidak hanya diisi tempe, tetapi juga akan dilengkapi lauk ayam teriyaki. Dapur Kabayun yang dikunjungi Gus Imin ini merupakan salah satu dari lima dapur yang terlibat dalam program MBG dan bertanggung jawab mendistribusikan sekitar 16.000 porsi.

Dapur yang mempekerjakan 46 pegawai ini akan mendistribusikan MBG ke siswa PAUD, TK, SD, SMP, SMA, serta ibu hamil dan balita.

“Dapur ini paling siap dari segi standar, kapasitas, dan sumber daya manusia. Ini contoh standar dapur yang baik yang harus dijaga standarnya,” ujar Gus Imin.

Dia mengungkapkan bahwa kunjungan program perdana MBG merupakan cara untuk mensukseskan sekaligus mengawasi jalannya hari perdana pemberian makanan bergizi gratis dari pemerintah. “Ini bagian dari upaya terus perbaikan agar nanti semua sesuai dengan standar,” kata Cak Imin.

Dapur Kabayun ini melibatkan petani sayuran dan supplier lokal yang berdampak positif terhadap UMK di sekitar Dapur Kabayun. “Dapur ini paling siap dari segi standar, kapasitas, dan sumber daya manusia. Ini contoh standar dapur yang baik yang harus dijaga standarnya,” ungkap Gus Imin.

Untuk diketahui, anggaran yang dialokasikan pemerintah untuk program MBG tahun 2025 ini sebesar Rp 71 triliun dengan target penerima sebanyak 19,47 juta jiwa. Rinciannya, sebesar Rp 63,36 triliun digunakan untuk pemenuhan gizi nasional, sementara sisanya untuk dukungan manajemen operasional.

Program ini, menurut Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Hasbi, seperti dikutip dari Kompas, akan terealisasi dalam waktu paling lambat lima tahun, menyasar 82 juta orang penerima manfaat dari program MBG. Hingga Desember 2024, ada sekitar 150 dapur yang melakukan uji coba MBG.[dnl]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK