Fakta Nasional

Tragedi Gajah Sumatera di Riau: Parlemen Desak Penggunaan Teknologi Pelacak

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Kasus kematian tragis seekor gajah Sumatera di kawasan HTI Pelalawan, Riau, memicu kemarahan publik dan anggota DPR RI. Satwa dilindungi tersebut ditemukan dalam kondisi mengenaskan tanpa gading dan kepala, dengan proyek…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 12 February 2026 📖 1 menit
Tragedi Gajah Sumatera di Riau: Parlemen Desak Penggunaan Teknologi Pelacak
Tragedi Gajah Sumatera di Riau: Parlemen Desak Penggunaan Teknologi Pelacak/(pixabay)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Kasus kematian tragis seekor gajah Sumatera di kawasan HTI Pelalawan, Riau, memicu kemarahan publik dan anggota DPR RI.

Satwa dilindungi tersebut ditemukan dalam kondisi mengenaskan tanpa gading dan kepala, dengan proyektil peluru yang bersarang di tubuhnya.

Kejadian ini menjadi alarm keras bahwa sistem pengawasan hutan kita masih memiliki celah besar yang dimanfaatkan oleh para pemburu liar, dilansir pada 12 Februari 2026.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, memberikan solusi konkret dengan mendesak pemerintah untuk segera memasang teknologi pelacak atau GPS collar pada satwa langka.

Dengan teknologi ini, pergerakan gajah dapat dipantau secara real-time oleh petugas. Langkah proaktif ini dianggap jauh lebih efektif dibandingkan hanya bereaksi saat bangkai satwa sudah ditemukan di lapangan.

Selain teknologi, aspek hukum menjadi sorotan utama. Anggota DPR Daniel Johan menegaskan bahwa pembantaian gajah adalah kejahatan serius yang harus diusut tuntas hingga ke akarnya.

Kapolda Riau pun telah berkomitmen untuk mengejar pelaku yang tega merusak ekosistem demi keuntungan pribadi. Penguatan patroli hutan dan penambahan personel polisi hutan menjadi kebutuhan mendesak agar ruang gerak pemburu semakin sempit.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK