Fakta Nasional

Tragis! WNI Disekap dan Dianiaya Sindikat Timah Ilegal di Malaysia, Begini Kondisinya

FAKTANASIONAL.NET - Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tengah bergerak cepat mengusut dugaan kekerasan parah yang menimpa seorang warga negara Indonesia (WNI) di Malaysia. Korban disiksa oleh jaringan penambangan timah ilegal. Pengun…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 18 May 2026 📖 1 menit
Tragis! WNI Disekap dan Dianiaya Sindikat Timah Ilegal di Malaysia, Begini Kondisinya
3 WNI Ditahan dan Dideportasi Pasca Pelantikan Trump/(ilustrasi/@pixabay)
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tengah bergerak cepat mengusut dugaan kekerasan parah yang menimpa seorang warga negara Indonesia (WNI) di Malaysia.

Korban disiksa oleh jaringan penambangan timah ilegal. Pengungkapan ini menunjukkan komitmen kuat aparat penegak hukum dalam melindungi pekerja migran di luar negeri dari tindakan kriminal transnasional.

Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Brigjen Polisi Mohammad Irhamni, mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang mengoordinasikan proses penyelamatan dan evakuasi.

Menurut laporan kantor berita Antara, Polri bekerja sama erat dengan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) serta Atase Kepolisian Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur.

Kasus ini mulai terkuak setelah Atase Polri menerima pengaduan resmi mengenai penyekapan dan penganiayaan seorang WNI asal Prabumulih, Sumatera Selatan, berinisial DC, pada 16 Mei 2026.

Korban menderita luka parah, termasuk patah kaki serta cedera serius di tangan dan kepala akibat kekerasan fisik yang dilakukan oleh para pelaku penyelundupan.

Menindaklanjuti laporan darurat tersebut, Atase Kepolisian KBRI Kuala Lumpur segera melakukan koordinasi dengan Ibu Pejabat Polis Daerah (IPD) Kuala Langat.

Kendati demikian, setelah verifikasi wilayah hukum, tempat kejadian perkara ternyata berada di bawah yurisdiksi IPD Sepang.

Kepolisian Sepang langsung menginstruksikan personel dari Balai Polis Sungai Pelek untuk menggeber operasi pembebasan.

Berkat respons cepat ini, korban DC akhirnya berhasil dievakuasi dari sekapan para pelaku dalam kondisi selamat, meski memerlukan perawatan medis intensif.

Hasil pemeriksaan awal menguak fakta pilu di balik penderitaan korban. DC mengaku awalnya terbujuk rayuan manis untuk bertolak ke Malaysia.

Alih-alih mendapatkan pekerjaan layak, ia justru dipaksa menjadi kurir penyelundupan komoditas timah dari Indonesia. Ketika menolak atau gagal memenuhi target, korban langsung dianiaya secara keji oleh sindikat tersebut.

Saat ini, Polri terus mendalami jaringan penyelundup ini guna mencegah jatuhnya korban baru yang tergiur iming-iming palsu pekerja migran.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK