Fakta Nasional

Transaksi Migas Rp253 Triliun: Strategi Geser Sumber, Bukan Tambah Impor

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, meluruskan kekhawatiran publik mengenai pembelian minyak dan gas (migas) dari Amerika Serikat senilai 15 miliar dolar AS. Meski angka tersebut mencapai Rp253 triliun, Bahlil menjamin bahwa…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 21 February 2026 📖 1 menit
Transaksi Migas Rp253 Triliun: Strategi Geser Sumber, Bukan Tambah Impor
Bahlil Lahadalia Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia/(instagram)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, meluruskan kekhawatiran publik mengenai pembelian minyak dan gas (migas) dari Amerika Serikat senilai 15 miliar dolar AS.

Meski angka tersebut mencapai Rp253 triliun, Bahlil menjamin bahwa kebijakan ini tidak akan meningkatkan volume total impor energi Indonesia secara nasional, dilansir pada 21 Februari 2026.

Keputusan ini diambil sebagai bagian dari kesepakatan strategis antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump.

Tujuannya adalah untuk menciptakan keseimbangan dalam neraca perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Dengan membeli BBM, LPG, dan minyak mentah dari AS, Indonesia menunjukkan komitmen kemitraan ekonomi yang kuat tanpa harus mengorbankan stabilitas pasokan energi dalam negeri.

Lantas, bagaimana volume impor tetap terjaga? Pemerintah melakukan strategi pengalihan atau pergeseran sumber pembelian.

Pasokan yang biasanya diambil dari wilayah Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika kini dialihkan sebagian ke Amerika Serikat.

Secara teknis, neraca komoditas tetap sama, hanya asal negaranya yang berubah. Langkah ini juga dilakukan dengan tetap mengedepankan prinsip keekonomian yang menguntungkan bagi badan usaha milik negara.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK