Fakta Nasional

Transformasi Bursa Efek: Arahan Presiden Prabowo untuk Standar Global

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tengah mempercepat pembenahan struktural di sektor pasar modal. Fokus utama transformasi ini adalah untuk meningkatkan daya saing Bursa Efek Indonesia…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 31 January 2026 📖 1 menit
Transformasi Bursa Efek: Arahan Presiden Prabowo untuk Standar Global
Presiden Indonesia, Prabowo Subianto/(instagram)
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tengah mempercepat pembenahan struktural di sektor pasar modal.

Fokus utama transformasi ini adalah untuk meningkatkan daya saing Bursa Efek Indonesia agar sejajar dengan standar internasional yang ditetapkan oleh negara-negara OECD.

Hal ini bertujuan untuk menciptakan iklim investasi yang lebih sehat dan transparan bagi seluruh anggota bursa.

Salah satu poin krusial dalam arahan Presiden adalah peningkatan rasio saham beredar di publik atau free float.

Target kenaikan dari 7,5 persen menjadi 15 persen diharapkan dapat meningkatkan likuiditas pasar secara signifikan.

OJK dan Bank Indonesia kini tengah mematangkan regulasi ini, yang dijadwalkan mulai berlaku secara efektif pada Maret mendatang guna menarik minat investor institusi global.

Selain aspek teknis perdagangan, pemerintah juga mendorong peningkatan batas penempatan dana pensiun dan asuransi di pasar modal hingga mencapai 20 persen.

Langkah strategis ini diambil untuk memastikan adanya aliran modal domestik yang kuat dan berkelanjutan. Dengan mengurangi potensi benturan kepentingan, transformasi ini diharapkan mampu meminimalkan praktik pasar yang tidak sehat di masa depan.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK