Transformasi Gizi Lewat Program MBG
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, menyoroti pentingnya perubahan pola pikir masyarakat mengenai asupan makanan. Dalam peluncuran Modul Pelatihan Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jaka…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, menyoroti pentingnya perubahan pola pikir masyarakat mengenai asupan makanan. Dalam peluncuran Modul Pelatihan Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta, Jumat (21/11), Sony merefleksikan masa kecilnya yang jauh dari konsep gizi seimbang. Ia menyebut makanan sederhana seperti bala-bala (bakwan) adalah kemewahan di masa lalunya, namun kini standar tersebut harus diubah demi masa depan bangsa.
Mengubah Mindset Lewat Isi Piring
Program MBG dinilai bukan sekadar pembagian makanan, melainkan sebuah gerakan edukasi masif. Sony menekankan bahwa setiap porsi makanan dalam program ini telah dirancang untuk memenuhi standar gizi, mencakup karbohidrat, protein, dan serat yang bervariasi setiap harinya. Tujuannya adalah menanamkan pemahaman kepada peserta didik bahwa makan bukan sekadar kenyang, tetapi harus memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh secara utuh.
Investasi Masa Depan Bangsa
Meski menyebut dirinya berasal dari "generasi bakwan" yang tumbuh dengan keterbatasan gizi namun tetap mampu berkarya, Sony optimistis generasi mendatang bisa jauh lebih unggul jika didukung nutrisi yang tepat. Ia mengajak seluruh pihak untuk memprioritaskan keseimbangan gizi, terutama bagi kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan anak sekolah. Menurutnya, tidak ada kata terlambat untuk memulai perbaikan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui intervensi gizi yang serius.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.