Fakta Nasional

Transformasi Sentra Kemensos: Dari Rehabilitasi Menuju Pusat Pemberdayaan Masyarakat yang Mandiri

FAKTANASIONAL.NET — Kementerian Sosial (Kemensos) melakukan terobosan baru dengan mentransformasi peran sentra terpadu di seluruh Indonesia. Tidak lagi sekadar menjadi tempat rehabilitasi, sentra-sentra ini kini diperluas cakupannya menjadi Pusat Pe…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 17 June 2026 📖 2 menit
Transformasi Sentra Kemensos: Dari Rehabilitasi Menuju Pusat Pemberdayaan Masyarakat yang Mandiri
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono meninjau budidaya tanaman melon di dalam greenhouse Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi./Dok. memoindonesia

FAKTANASIONAL.NET — Kementerian Sosial (Kemensos) melakukan terobosan baru dengan mentransformasi peran sentra terpadu di seluruh Indonesia.

Tidak lagi sekadar menjadi tempat rehabilitasi, sentra-sentra ini kini diperluas cakupannya menjadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat guna memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi kelompok rentan.

Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono, meninjau langsung kesiapan ini saat melakukan monitoring di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi pada Sabtu (13/6/2026) lalu. Langkah ini merupakan wujud nyata dari perubahan paradigma bantuan sosial (bansos).

“Ini sebagai pelaksanaan perintah Bapak Menteri Sosial bahwa sentra-sentra harus dimakmurkan,” ujar Jabo melalui keterangan tertulis Kemensos, dikutip Selasa (17/6/2026).

Jabo menjelaskan bahwa selama ini sentra Kemensos fokus menjalankan layanan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) untuk kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, dan masyarakat dengan permasalahan sosial. Ke depan, fungsi tersebut diperkuat lewat jargon "bansos sementara, berdaya selamanya".

Baca Juga: CBA Desak KPK Selidiki Proyek Pengadaan Komputer Rp84,9 Miliar di Kemensos

Mengubah Sentra Menjadi Lahan Produktif

Di STPL Bekasi, program pemberdayaan diwujudkan melalui sektor pertanian dan perkebunan. Kawasan sentra kini disulap menjadi lahan hijau produktif dengan budidaya berbagai tanaman buah dan sayur, di antaranya:

  • Melon: 400 pohon yang dikembangkan di dalam greenhouse.

  • Buah-buahan: 85 pohon alpukat, 14 pohon kelengkeng, 12 pohon anggur, 8 pohon mangga, 15 pohon pisang, serta pohon jambu dan jeruk.

  • Sayuran: 19 pohon terong.

Konsep pemanfaatan lahan ini dipastikan akan diterapkan di sentra Kemensos lainnya di seluruh Indonesia, menyesuaikan dengan potensi geografis wilayah masing-masing.

“Kalau potensinya pertanian ya kita tanam buah, kalau peternakan kita ternak ayam, misalkan kalau ikan ya perikanan,” jelas Agus Jabo.

Memberikan Bekal Vokasi dan Dampak Bagi Warga Sekitar

Tujuan utama dari program ini adalah membekali para penerima manfaat dengan keterampilan vokasi (kerja) agar mereka tidak bergantung pada bantuan sosial setelah masa rehabilitasi selesai. Selain bertani, Kemensos juga mendorong pelatihan keterampilan lain seperti membatik.

Lebih jauh, Jabo berharap dampak ekonomi dari aktivitas produktif ini tidak hanya dirasakan oleh penghuni sentra, melainkan juga meluas ke warga sekitar melalui program Training of Trainers (TOT).

“Pertama kita memberikan manfaat kepada para penerima manfaat yang selama ini diurus oleh sentra. Kedepannya kita berharap meluas ke masyarakat yang ada di sekitar sentra. Supaya setelah mereka selesai rehabilitasi dan berada di tengah masyarakat, kita sudah memberikan bekal. Terutama bekal ilmu vokasi supaya mereka bisa mandiri,” ungkapnya.

Melalui penguatan ini, sentra Kemensos diharapkan berubah menjadi pusat kegiatan produktif yang padat aktivitas dan mampu memberikan dampak sosial-ekonomi yang lebih luas. Jabo pun meminta sentra-sentra lain di Indonesia segera mereplikasi langkah yang sudah dimulai oleh STPL Bekasi.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK