Fakta Nasional

Trump Gugup Melihat Pemakaman pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei

DONALD TRUMP menyaksikan dari jauh, puluhan juta orang berkumpul memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin Iran. Seluruh dunia berkabung dan mengirimkan delegasi ke Tehran. Gugup campur iri dengki, Trump lalu mengomentari pemakaman Ali Khamen…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: M. Sahlan Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 06 July 2026 📖 1 menit
Trump Gugup Melihat Pemakaman pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei
) -->

DONALD TRUMP menyaksikan dari jauh, puluhan juta orang berkumpul memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin Iran. Seluruh dunia berkabung dan mengirimkan delegasi ke Tehran.

Gugup campur iri dengki, Trump lalu mengomentari pemakaman Ali Khamenei dengan kalimat, "dia dibenci oleh banyak orang" merujuk kepada alm Ali Khamenei.

Trump kemudian memperlihatkan rasa dengkinya lebih lanjut dengan kalimat, "kalau kami mau, kami bisa menyerang Iran ditengah prosesi pemakaman, kami bisa menghabisi mereka semua, tapi kami tidak melakukan".

Anda bisa bayangkan bagaimana sakit jiwanya Trump, dia ingin menyerang peziarah dengan bom, lalu membantai manusia tak berdosa, anda bisa bayangkan betapa sakit jiwa nya Trump ketika panik melihat puluhan juta manusia menghormati musuh AS dan Israel.

Trump sakit jiwa, kalap, dan tidak bisa mengontrol pikiran dan kata katanya, saking gugup dan gagapnya melihat prosesi pemakaman Ali Khamenei yang diluar prediksi dia.

AS telah berusaha melakukan tekanan kepada beberapa negara agar tidak mengirimkan delegasi ke Iran untuk memberikan penghormatan, tapi gagal, hanya segelintir negara yang mau ikut AS, selebihnya tetap pergi ke Iran memberikan penghormatan terakhir kepada alm Ali Khamenei.

Angka peziarah yang datang ke tempat pemakaman Ali Khamenei mencapai 3x lipat dari angka yang hadir dalam agenda pemakaman Imam Khomeini beberapa puluh tahun lalu. Tidak kurang berkisar 20-35 juta jiwa di seluruh Iran.

Trump dan Netanyahu tentu menonton acara besar ini dari jauh, Trump memperlihatkan dengkinya, sedangkan Netanyahu memilih diam seribu bahasa.

Negara yang mereka serang 5 bulan yang lalu hari ini masih berdiri kokoh, bahkan berdiri lebih kokoh dari sebelumnya setelah memenangkan perang melawan AS dan Israel.

Acara pemakaman ini bukan sekedar acara ziarah biasa, puluhan juta manusia yang datang adalah sinyal langsung yang dikirim ke Washington dan Tel Aviv.

Bahwa Iran berdiri kokoh, lebih kuat, dan selalu siap menghadapi konflik masa depan dengan AS dan Israel. Iran tidak tunduk, tidak menyerah, dan telah berhasil membuat para penyerangnya takluk, kalah, dan mundur.

Penulis: Tengku Zulkifli Usman, Pengamat Geopolitik Internasional.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK