Fakta Nasional

Trump Hentikan Perundingan Dagang dengan Kanada, Picu Ketegangan Baru di Amerika Utara

FAKTANASIONAL.NET — Ketegangan diplomatik antara Amerika Serikat dan Kanada kembali meningkat setelah Presiden Donald Trump secara mendadak menghentikan seluruh pembicaraan perdagangan bilateral. Langkah itu diambil usai Trump menuduh pemerintah Kan…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Editor Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 25 October 2025 📖 1 menit
Trump Hentikan Perundingan Dagang dengan Kanada, Picu Ketegangan Baru di Amerika Utara
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump/Getty Images via AFP/ANDREW HARNIK

FAKTANASIONAL.NET — Ketegangan diplomatik antara Amerika Serikat dan Kanada kembali meningkat setelah Presiden Donald Trump secara mendadak menghentikan seluruh pembicaraan perdagangan bilateral. Langkah itu diambil usai Trump menuduh pemerintah Kanada menayangkan iklan anti-tarif yang “memelintir” pernyataan mantan Presiden Ronald Reagan.

Iklan yang diproduksi oleh Pemerintah Provinsi Ontario tersebut ditayangkan di sejumlah saluran televisi AS, dengan pesan menentang kebijakan tarif Trump terhadap impor baja, susu, dan produk pertanian Kanada. Namun menurut Gedung Putih, materi itu “menyesatkan publik Amerika” dan merupakan bentuk intervensi terhadap kebijakan nasional AS.

Lewat unggahan di platform Truth Social, Trump melancarkan kecaman keras.

“KANADA TERKECOH! Mereka telah lama menipu tarif, membebankan biaya hingga 400 persen kepada petani kami,” tulis Trump, seraya menuduh Ottawa mencoba memengaruhi keputusan Mahkamah Agung AS terkait legalitas tarif globalnya.

Yayasan Ronald Reagan membenarkan bahwa iklan tersebut memang memuat potongan pidato Reagan tahun 1987 tentang perdagangan bebas, namun menilai penggunaannya “keliru dan menyesatkan.” Pihak yayasan kini dikabarkan tengah mempertimbangkan langkah hukum terhadap pemerintah Ontario atas dugaan pelanggaran hak cipta dan penyalahgunaan konteks sejarah.

Dalam pidato aslinya, Reagan memperingatkan bahwa kebijakan proteksionisme dan tarif tinggi bisa memicu perang dagang yang merugikan semua pihak. Namun Trump justru menafsirkan pidato itu sebagai dukungan terhadap kebijakan tarif “demi keamanan nasional AS.”

Keputusan penghentian pembicaraan ini terjadi hanya dua minggu setelah Trump bertemu Perdana Menteri Kanada Mark Carney di Gedung Putih. Pertemuan yang awalnya hangat—Trump bahkan memuji Carney sebagai “pemimpin kelas dunia”—kini berubah menjadi ketegangan diplomatik yang memukul hubungan kedua negara.

Meski hubungan personal dan politik merenggang, kedua negara masih terikat dalam perjanjian United States–Mexico–Canada Agreement (USMCA) yang menjaga sebagian besar perdagangan lintas batas tetap bebas tarif. Namun dengan meningkatnya suhu politik di Washington dan Ottawa, masa depan kesepakatan ini kini dipertanyakan menjelang tinjauan ulang resmi pada 2026.[Zul]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK