Trump Kelabakan di Pemilu Sela AS, Indonesia Desak Rusia Hentikan Rekrutmen WNI
FAKTANASIONAL.NET - Perkembangan politik Amerika Serikat, hasil pemilihan umum Israel, hingga keterlibatan warga Indonesia dalam militer Rusia menjadi sorotan berita internasional. Pemilihan sela atau midterm election Amerika Serikat yang berlangsun…
FAKTANASIONAL.NET - Perkembangan politik Amerika Serikat, hasil pemilihan umum Israel, hingga keterlibatan warga Indonesia dalam militer Rusia menjadi sorotan berita internasional.
Pemilihan sela atau midterm election Amerika Serikat yang berlangsung sengit menjadi perhatian utama menjelang pemungutan suara. Sementara itu, dinamika politik Israel dan desakan Indonesia kepada Rusia turut mewarnai perkembangan global.
Hasil pemilihan umum Israel pada 27 Oktober lalu belum menghasilkan partai dengan mayoritas suara. Koalisi pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang tergabung dalam Likud juga belum memperoleh dukungan cukup untuk mempertahankan posisi perdana menteri.
Blok Netanyahu hanya meraih 53 kursi. Sementara itu, blok Eisenkot memperoleh total 48 kursi. Adapun partai-partai Arab berhasil mengumpulkan 19 kursi, terdiri dari Joint List atau Daftar Gabungan dengan 11 kursi dan Partai Ra'am sebanyak 8 kursi, dilansir pada 3 November 2026.
Perolehan tersebut menjadi yang tertinggi bagi partai-partai Arab dalam pemilu kali ini. Hasil itu juga membuat Netanyahu merasa jengkel.
Di Amerika Serikat, Partai Demokrat diprediksi unggul dalam pemilihan sela yang digelar Selasa (3/11). Partai Republik yang dipimpin Presiden Donald Trump berupaya mempertahankan dominasi politiknya di tengah persaingan ketat.
Sejumlah jajak pendapat menunjukkan Demokrat hampir dipastikan merebut mayoritas kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Partai Republik. Demokrat juga memiliki peluang untuk memenangkan Senat.
Pemerintah Indonesia mendesak Rusia menghentikan praktik perekrutan warga negara Indonesia (WNI) untuk menjadi tentara dan membantu invasinya ke Ukraina.
Desakan tersebut disampaikan setelah muncul laporan sejumlah WNI bergabung dengan militer Rusia. Kasus terbaru melibatkan seorang WNI kelahiran Sorong asal Surabaya yang dilaporkan tewas tidak lama setelah bergabung sebagai tentara Rusia dan dikerahkan ke medan perang.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, menyatakan bahwa Indonesia telah menyampaikan permintaan tersebut secara resmi kepada Pemerintah Rusia melalui jalur diplomatik.
Pemerintah Indonesia meminta Rusia segera menghentikan perekrutan WNI secara efektif. Langkah ini menyusul adanya warga negara Indonesia yang terlibat dalam konflik bersenjata di Ukraina.
Perkembangan tersebut menambah perhatian terhadap persoalan keselamatan WNI di tengah konflik internasional yang masih berlangsung.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.