Fakta Nasional

Tuntutan Keadilan Djarot: Jejak Harun Masiku dalam Kasus PAW DPR

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memburu buron Harun Masiku (HM) terkait dugaan suap pengurusan Pergantian Antarwaktu (PAW) anggota DPR periode 2019–2024. Desakan penangkapan HM mengemuka setelah Ketua DPP PDIP,…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 28 July 2025 📖 1 menit
Tuntutan Keadilan Djarot: Jejak Harun Masiku dalam Kasus PAW DPR
Penggeledahan dilakukan guna mencari bukti tambahan pasca-OTT kasus dugaan pemerasan izin tinggal WNA dan gratifikasi tahun 2022-2026./zul-fkn.

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memburu buron Harun Masiku (HM) terkait dugaan suap pengurusan Pergantian Antarwaktu (PAW) anggota DPR periode 2019–2024.

Desakan penangkapan HM mengemuka setelah Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat, mengkritik vonis terhadap Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Bagi Djarot, penegakan hukum akan adil jika HM juga segera ditangkap.

Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan lembaga antirasuah telah menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) untuk Harun Masiku.

Pencarian melibatkan stakeholder di dalam dan luar negeri yang memiliki instrumen hukum dan intelijen. "Tentunya, KPK masih terus melakukan pencairan DPO Tersangka HM," kata Jubir KPK, Budi Prasetyo, saat dihubungi, Senin (27/7/2025).

Vonis 3,5 tahun penjara bagi Hasto Kristiyanto menjadi sorotan karena dianggap sarat politisasi. Djarot menilai Hasto dikorbankan demi kepentingan politik, sementara aktor inti, Harun Masiku, justru belum tertangkap. Meski begitu, Djarot menghormati putusan pengadilan dan menegaskan posisi Hasto tetap sebagai Sekjen PDIP hingga kongres mendatang.

Keadilan hukum menuntut penanganan setara bagi semua pihak. Penangkapan Harun Masiku menjadi kunci untuk menepis tudingan politisasi dan menunjukkan bahwa KPK bekerja tanpa pandang bulu.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK