Fakta Nasional

Undang Ferry Latuhihin Sebagai Narsum, Hensa: Saya Hanya Kasih Cookies Seharga 150 Ribu Rupiah

FAKTANASIONAL.NET - Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio (Hensa) memberikan apresiasi terhadap kinerja dan profesionalisme para petugas pajak yang memeriksa dia terkait menghadirkan ekonom Ferry Latuhihin sebagai narasumber (narsum) dalam…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Moch. Ade Maulidin Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 06 August 2026 📖 1 menit
Undang Ferry Latuhihin Sebagai Narsum, Hensa: Saya Hanya Kasih Cookies Seharga 150 Ribu Rupiah

FAKTANASIONAL.NET - Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio (Hensa) memberikan apresiasi terhadap kinerja dan profesionalisme para petugas pajak yang memeriksa dia terkait menghadirkan ekonom Ferry Latuhihin sebagai narasumber (narsum) dalam siniar miliknya.

"Saya kagum sama petugas Dirjen Pajak itu kemarin. Jadi dia tidak melebar ke mana-mana. Sangat profesional, fokus apa yang memang dicari. Terlepas dari berbagai kontroversi atau polemik yang mengatakan ini tidak pantas cuma untuk Ferry Latuhihin. Sama sekali petugas pajaknya tidak bicara seperti itu. Dia melakukan tugasnya saja," katanya di Jakarta pada Rabu (6/8/2026).

Proses klarifikasi berjalan sangat efisien dan pemeriksa sama sekali tidak mempersulit dan hanya mengajukan pertanyaan yang berpusat pada pokok persoalan seputar siniar miliknya.

"Dia tidak mempersulit bertanya sesuai dengan konteks substansi dan setelah itu selesai. Yang ditanya sebenarnya pertanyaannya satu saja. 'Mas Hensa undang Prof. Ferry Latuhihin dikasih apa? Prof. Ferry itu dikasih apa? Dikasih honor, ya?' ujarnya.

Hensa mengapresasi kepada setiap narasumber pada siniarnya dan memastikan pemberian ini bukan berupa uang tunai, tapi sekadar kue (cookies) atau buah-buahan.

"Tidak, saya jawab dua. Satu, saya tidak pernah kasih uang (ke Prof. Ferry). Karena keterbatasan, namanya kan saya dosen. Keterbatasan kita. Jadi kita kasih dia, semua narasumber saya itu pilihannya cuma dua, buah atau cookies. Saya ingat saya waktu itu, Prof. Ferry saya kasih cookies, itu paling Rp150 ribu," ujarnya.

Pemanggilan itu merupakan rutinitas institusi yang patut dihormati dan tidak perlu dijadikan beban selama tidak ada hal yang disembunyikan.

"Nah itu yang saya hindari, makanya saya datang. Tugas pajaknya juga hanya menjalankan kewajiban, kita datang saja," ujarnya. (adm)


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK