Fakta Nasional

Update Karhutla Kalbar: Luasan Lahan Terbakar Meningkat, Mempawah dan Sambas Terparah

FAKTANASIONAL.NET, KALBAR – Ancaman bencana asap kembali membayangi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data akumulatif terkait kejadian Karhutla Kalimantan Barat yang terjadi sejak awal tahun. Tercatat, sejak 1 Januari 2026 hingga…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: admin Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 12 February 2026 📖 2 menit
Update Karhutla Kalbar: Luasan Lahan Terbakar Meningkat, Mempawah dan Sambas Terparah
Petugas gabungan berupaya memadamkan api yang membakar hutan dan lahan di Kalimantan Barat. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

FAKTANASIONAL.NET, KALBAR – Ancaman bencana asap kembali membayangi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data akumulatif terkait kejadian Karhutla Kalimantan Barat yang terjadi sejak awal tahun.

Tercatat, sejak 1 Januari 2026 hingga 11 Februari 2026, total luasan lahan yang terbakar di provinsi ini mencapai kurang lebih 435,578 hektare.

Kebakaran hutan dan lahan ini melanda secara masif di 11 kabupaten dan 2 kota. Data terbaru per Rabu (11/2) pukul 10.00 WIB menunjukkan adanya lonjakan titik api, di mana terdapat penambahan luasan terbakar mencapai 124,779 hektare dalam satu hari pembaruan data.

Baca Juga: Banjir Bandang Landak Kalbar: Mobil Nyaris Hanyut dan Akses Jalan Lumpuh

Berdasarkan rincian wilayah, Kabupaten Mempawah menjadi daerah dengan dampak terluas yakni 157 hektare, disusul Kabupaten Sambas seluas 139,7 hektare, dan Kabupaten Kubu Raya seluas 101,7 hektare.

Wilayah lain yang turut menyumbang angka luasan lahan terbakar antara lain Kabupaten Ketapang (17,1 hektare), Kayong Utara (14,578 hektare), Sanggau (3,5 hektare), serta Melawi dan Kota Singkawang masing-masing 1 hektare.

Merespons kondisi ini, operasi pemadaman terus digencarkan. Berkat sinergi tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, dan Masyarakat Peduli Api (MPA), seluas 235,331 hektare lahan berhasil dipadamkan.

BNPB dalam pernyataan resminya menegaskan akan meningkatkan eskalasi penanganan, termasuk menggunakan teknologi udara untuk menjangkau area sulit.

“Untuk lebih mengoptimalkan operasi penanganan karhutla, BNPB akan mengerahkan dukungan penanganan udara dengan water bombing, patroli udara termasuk pesawat nirawak untuk pemantauan dan pendataan titik api,” tulis pernyataan resmi BNPB, Rabu (11/2).
Selain serangan udara, BNPB juga memperkuat tim darat dengan mendistribusikan peralatan tambahan berupa mesin pompa dan selang bagi desa maupun BPBD setempat.

Melihat situasi yang semakin rawan, sejumlah pemerintah daerah telah mengambil langkah taktis dengan menetapkan status siaga darurat.

Kabupaten Ketapang menetapkan status siaga mulai 15 Januari hingga 15 April 2026, Kabupaten Kubu Raya (15 Januari–31 Desember 2026), Kabupaten Sambas (19 Januari–31 April 2026), dan Kabupaten Mempawah (28 Januari–31 Desember 2026).

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat peristiwa Karhutla Kalimantan Barat. Namun, pihak berwenang masih terus melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti kebakaran di berbagai titik tersebut.

“BNPB mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, tidak melakukan pembakaran lahan, serta segera melaporkan potensi kebakaran kepada berbagai pihak yang berwenang,” tutup imbauan tersebut.
Baca Juga: BNPB dan Pemprov Kalbar Percepat Penanganan Karhutla, Opsi Hujan Buatan Mengemuka

(*Red)

 


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK