Fakta Nasional

"Uptober" Gagal: Bitcoin Terjun ke Bear Market di Bawah US$100.000

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Harapan investor terhadap fenomena "Uptober" pupus setelah Bitcoin (BTC) kembali tergelincir ke wilayah bear market. Pada perdagangan Selasa (4/11/2025), aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar itu diperdagangkan…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 06 November 2025 📖 1 menit
"Uptober" Gagal: Bitcoin Terjun ke Bear Market di Bawah US$100.000
Kripto/(ilustrasi/@pixabay)
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Harapan investor terhadap fenomena "Uptober" pupus setelah Bitcoin (BTC) kembali tergelincir ke wilayah bear market. Pada perdagangan Selasa (4/11/2025), aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar itu diperdagangkan di bawah level psikologis US$100.000 untuk pertama kalinya sejak Juni lalu.

Penurunan ini menandai koreksi tajam sebesar 21% dari rekor harga tertinggi sepanjang masa (ATH) di level US$126.200 yang sempat tercapai pada 6 Oktober 2025. Bulan Oktober, yang secara historis sering membawa keuntungan bagi pasar kripto, kali ini mencatat kerugian bulanan pertama dalam tujuh tahun terakhir, mematahkan optimisme pasar.

Faktor Pendorong Pelemahan Pasar Kripto

Analis pasar menyoroti bahwa tekanan terhadap Bitcoin telah terakumulasi selama beberapa pekan terakhir. Pasar kripto menghadapi berbagai hambatan yang menekan harga secara simultan. Salah satu faktor utama adalah aksi likuidasi besar-besaran yang terjadi pada 10 Oktober, di mana posisi long senilai US$19 miliar hingga US$30 miliar terhapus dalam 24 jam.

Selain itu, faktor makroekonomi menjadi penggerak utama. Ketidakpastian mengenai kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) AS turut menekan aset berisiko. Setelah pertemuan The Fed Oktober lalu, Ketua Jerome Powell menegaskan bahwa pemangkasan suku bunga pada Desember belum pasti, yang mengurangi ekspektasi pasar akan dukungan kebijakan moneter.

Sentimen Ketakutan Ekstrem Melanda Investor

Penurunan harga yang signifikan ini berdampak pada psikologi pasar. Indeks sentimen "Fear & Greed" anjlok ke level 21, level terendah sejak 9 April. Menurut Alex Kuptsikevich, analis dari FXPro, level ini menunjukkan ketakutan ekstrem di kalangan investor.

Dengan koreksi ini, kenaikan Bitcoin sepanjang tahun (year-to-date) terpangkas menjadi hanya sekitar 8%. Angka ini tertinggal jauh jika dibandingkan dengan kinerja indeks S&P 500 yang telah mencatat kenaikan 15% pada periode yang sama. Investor kini jauh lebih skeptis terhadap proyeksi optimistis akhir tahun yang menargetkan harga BTC di kisaran US$200.000.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK