Fakta Nasional

KomDigi Dinilai Offside, Pengamat: Ikut Urusi CKG, Padahal Judi Online dan Konten Pornografi yang Masih Marak

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Kritik tajam dilontarkan terhadap kinerja Kementerian Komunikasi dan Digital (KomDigi) yang dinilai telah melampaui kewenangannya dengan menjalankan program cek kesehatan gratis—kegiatan yang seharusnya menjadi domain Ke…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Editor Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 05 August 2025 📖 1 menit
KomDigi Dinilai Offside, Pengamat: Ikut Urusi CKG, Padahal Judi Online dan Konten Pornografi yang Masih Marak
Menteri Komdigi, Meutya Hafidz saat menghadiri pelaksanaan program CKG Sekolah di i SMP Katolik Penabur, Jalan Kelapa Gading Barat Raya, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Senin (4/8/2025)/Hil.

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Kritik tajam dilontarkan terhadap kinerja Kementerian Komunikasi dan Digital (KomDigi) yang dinilai telah melampaui kewenangannya dengan menjalankan program cek kesehatan gratis—kegiatan yang seharusnya menjadi domain Kementerian Kesehatan.

“KomDigi itu offside. Bukan domain dia, tapi seolah-olah seperti Kementerian Kesehatan. Ngapain coba?” ujar seorang pengamat kebijakan publik, Adib Miftahul kepada media, Senin (4/8/2025) menyoroti kehadiran Mentri Komdigi Meutya Hafidz di Sekolah Penabur.

Menurutnya, KomDigi seharusnya fokus pada permasalahan utama di ruang digital, seperti pemberantasan judi online dan pemblokiran konten pornografi yang hingga saat ini masih mudah diakses oleh masyarakat, khususnya mereka yang berpenghasilan rendah.

“Sampai detik ini, orang masih bisa mengakses situs judi online dan situs porno. Itu fakta di lapangan yang tidak bisa dibantah. Harusnya itu yang jadi prioritas,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyayangkan keterlibatan langsung Menteri KomDigi dalam program cek kesehatan yang hanya bersifat informatif dan bisa dijalankan di level kepala bidang.

“Kalau cuma memberitakan atau mengedukasi masyarakat soal cek kesehatan gratis, itu cukup dilakukan oleh jajaran teknis. Tidak perlu sampai menterinya turun tangan. Apalagi ini bukan kebijakan dari kementeriannya sendiri,” tambahnya.

Ia menilai, keterlibatan tersebut justru menimbulkan kesan seolah-olah KomDigi sedang mencari panggung dan mendompleng kebijakan yang bukan wewenangnya.

“Ini overlapping kewenangan. Atau bisa dibilang, menterinya ingin terlihat dekat dengan Presiden Prabowo, padahal itu bukan tugas utamanya,” pungkasnya.

Publik pun kini mendesak agar KomDigi mengalihkan fokus ke persoalan yang lebih urgen dalam ruang digital, terutama yang menyangkut perlindungan masyarakat dari dampak negatif dunia maya yang semakin masif.

Sabagai informasi, Menteri KomDigi Meutya Viada Hafid hadir dalam Kick-off CKG Sekolah di SMP Katolik Penabur, Jalan Kelapa Gading Barat Raya, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Senin (4/8/2025).

Meutya diketahui hadir bersama Gubernur Banten, Andra Soni dan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni. Mereka memastikan pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah berjalan masif di Provinsi Banten.[zul]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK