Fakta Nasional

Usut Suap Ijon Proyek Bekasi, KPK Periksa Kadis SDABMBK dan Seorang Wiraswasta

FAKTANASIONAL.NET – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan suap ijon proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi yang menjerat Bupati Ade Kuswara Kunang. Pada Jumat (10/4/2026), tim penyidik memanggil dua saksi…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 11 April 2026 📖 2 menit
Usut Suap Ijon Proyek Bekasi, KPK Periksa Kadis SDABMBK dan Seorang Wiraswasta
Budi Prasetyo Juru Bicara (Jubir) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)/(instagram)
) -->

FAKTANASIONAL.NET – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan suap ijon proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi yang menjerat Bupati Ade Kuswara Kunang.

Pada Jumat (10/4/2026), tim penyidik memanggil dua saksi kunci untuk memberikan keterangan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa agenda pemeriksaan tersebut dilakukan guna memperkuat bukti-bukti dalam perkara yang tengah berjalan.

“Pemeriksaan dilakukan di Gedung KPK Merah Putih,”ujar Budi kepada wartawan saat memberikan keterangan mengenai jadwal penyidikan.
Dua saksi yang hadir memenuhi panggilan penyidik adalah Henri Lincoln, yang menjabat sebagai Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Pemkab Bekasi, serta seorang pihak swasta bernama Sugiarto.

Aliran Dana dan Peran Para Saksi

Nama Henri Lincoln dan Sugiarto sebelumnya telah mencuat dalam surat dakwaan terdakwa Sarjan, seorang kontraktor yang diduga kuat sebagai pemberi suap dalam skandal ini.

Sarjan, yang merupakan Direktur PT Zaki Karya Membangun sekaligus pemilik sejumlah perusahaan seperti CV Mancur Berdikari dan PT Tirta Jaya Mandiri, diduga menyebarkan uang panas ke berbagai pihak untuk mengamankan proyek daerah.

Dalam konstruksi perkara, Sarjan disebut tidak hanya menyasar Bupati Ade, tetapi juga mengalirkan uang kepada pejabat dinas dan anggota DPRD dengan nilai yang bervariasi, mulai dari ratusan juta hingga miliaran rupiah.

Khusus untuk Bupati Ade, total dana yang disalurkan mencapai Rp11,4 miliar melalui beberapa perantara.

Peran Sugiarto menjadi krusial dalam penyelidikan ini. Ia diduga kuat menjadi penghubung antara Sarjan dan Bupati Ade Kuswara Kunang sejak awal masa jabatan setelah Pilkada 2025.

Melalui Sugiarto, komunikasi intensif dibangun hingga Sarjan mulai menyetorkan sejumlah uang untuk kebutuhan operasional pelantikan hingga kepentingan pribadi sang Bupati.

Imbalan Proyek Bernilai Fantastis

Sebagai imbal balik dari gelontoran uang miliaran rupiah tersebut, Sarjan diduga mendapatkan fasilitas khusus dari sejumlah pejabat di Pemkab Bekasi untuk memenangkan berbagai tender.

Tercatat, perusahaan-perusahaan milik Sarjan berhasil memperoleh proyek dengan total nilai kontrak mencapai Rp107,65 miliar.

Pemeriksaan Henri Lincoln selaku Kepala Dinas terkait diharapkan mampu membuka tabir mengenai proses teknis pelelangan dan sejauh mana intervensi pimpinan daerah dalam penentuan pemenang proyek di lingkungan SDABMBK Bekasi.

 


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK