Fakta Nasional

Utang Kereta Cepat Whoosh Masih Buntu, AHY Sebut Dua Opsi Sedang Dikaji

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Solusi atas permasalahan utang proyek Kereta Cepat Whoosh Jakarta-Bandung masih belum menemukan titik terang. Menteri Koordinator (Menko) bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 23 October 2025 📖 1 menit
Utang Kereta Cepat Whoosh Masih Buntu, AHY Sebut Dua Opsi Sedang Dikaji
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono/prb.
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Solusi atas permasalahan utang proyek Kereta Cepat Whoosh Jakarta-Bandung masih belum menemukan titik terang. Menteri Koordinator (Menko) bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengakui bahwa PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) masih menghadapi tantangan serius terkait penyelesaian utang tersebut.

Hal ini diungkapkan AHY saat konferensi pers capaian satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo di sektor IPK, Jakarta, Selasa (21/10/2025). Menurut AHY, sejumlah pihak terkait telah duduk bersama untuk membahas jalan keluar. Mereka antara lain Kemenko IPK, Danantara, Kementerian Perhubungan, PT KAI, dan manajemen Whoosh. AHY menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberi perhatian khusus pada isu ini. "Ini arahan dari Pak Presiden, dan saya sedang mengawal isu ini bersama teman-teman yang lain," kata AHY. Presiden ingin agar persoalan utang ini dapat segera diselesaikan dengan baik.

AHY membeberkan bahwa sejumlah opsi penanganan utang Whoosh masih terbuka dan sedang dikembangkan. Namun, ia belum bisa menyampaikannya secara definitif. Opsi-opsi tersebut mencakup kemungkinan penanganan melalui dana negara (APBN) atau sepenuhnya diambil alih oleh Danantara, sebuah entitas yang terlibat dalam proyek tersebut.

"Masih ada opsi tentunya prasarana ditangani oleh pemerintah, tapi juga masih ada opsi bahwa sudah Danantara bisa take over, dan lain-lain," terangnya. AHY berjanji akan menjelaskan langkah yang diambil secara terbuka jika keputusan final telah dicapai. Saat ini, semua opsi masih dalam tahap pengkajian mendalam untuk menemukan formula terbaik bagi negara dan kelangsungan proyek strategis tersebut.

Dalam penanganan masalah ini, AHY menegaskan dirinya tidak ingin terjebak dalam wacana yang mempertentangkan kepentingan pemerintah dengan pihak swasta atau BUMN. Ia menekankan pentingnya kolaborasi untuk mencari solusi terbaik, alih-alih saling berhadapan di ruang publik. "Saya tidak ingin menjadi polemik antara pemerintah, seperti berhadapan-hadapan dengan swasta, dengan Danantara atau BUMN, karena sama-sama kita ingin mencari solusi yang terbaik," tegas AHY. Fokus utama adalah menyelesaikan tantangan utang KCIC secara efektif dan efisien sesuai arahan Presiden.[dit]

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK