Fakta Nasional

Virus Human Metapneumovirus atau HMPV Meningkat di China, Pemerintah Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Wabah virus Human Metapneumovirus (HMPV) di China semakin mengkhawatirkan. Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, meminta pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan guna mencegah masuknya wabah ini ke…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Zul Jamba Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 07 January 2025 📖 2 menit
Virus Human Metapneumovirus atau HMPV Meningkat di China, Pemerintah Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh/dnl.

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET -Wabah virus Human Metapneumovirus (HMPV) di China semakin mengkhawatirkan. Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, meminta pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan guna mencegah masuknya wabah ini ke tanah air.

“Kami meminta kepada Kementerian Kesehatan untuk terus meningkatkan kewaspadaan serta memperbarui informasi terkait virus HMPV, termasuk tingkat virulensi, pola penyebaran, dan vaksinasi yang diperlukan. Pemerintah harus melakukan koordinasi dengan WHO dan negara-negara terdampak lainnya,” ujar Nihayatul Wafiroh, Senin (6/1/2025).

HMPV adalah virus yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di China, gejala infeksi HMPV meliputi batuk, demam, hidung tersumbat, dan sakit tenggorokan. Virus ini cenderung muncul pada musim dingin dan menyebar terutama melalui droplet atau aerosol dari batuk atau bersin. Virus ini juga dapat menyebar melalui kontak dekat atau paparan lingkungan yang terkontaminasi.

Ninik menjelaskan bahwa HMPV bukan virus baru karena telah dilaporkan dalam jurnal di Belanda pada tahun 2021 dan oleh CDC Amerika Serikat pada tahun 2001. Meskipun demikian, pemerintah perlu melakukan langkah-langkah pencegahan proaktif dan berbasis data untuk menjaga kesehatan masyarakat. “Virus ini harus tetap diperhatikan meskipun tidak sepopuler COVID-19 atau influenza, terutama jika menunjukkan pola penyebaran yang lebih luas,” tambah politisi PKB tersebut.

Pemerintah, menurut Ninik, perlu meningkatkan sistem pemantauan di pintu-pintu masuk negara seperti bandara dan pelabuhan. Jika ada pendatang dengan gejala-gejala infeksi saluran pernapasan akut, mereka bisa segera terdeteksi. “Ini termasuk penggunaan tes diagnostik yang tepat untuk mendeteksi virus HMPV lebih awal,” katanya.

Masyarakat juga harus diberikan edukasi tanpa menyebabkan kekhawatiran yang berlebihan. Menurut Ninik, masyarakat perlu tahu cara-cara pencegahan penyebaran virus seperti kebiasaan mencuci tangan, memakai masker saat sakit, dan menjaga kebersihan lingkungan. “Penting untuk mencegah penyebaran virus. Masyarakat harus tetap tenang dan pemerintah harus melakukan kerja-kerja preventif,” ucap Ninik.

Legislator dari Jawa Timur III tersebut  juga menyatakan bahwa pemerintah harus memastikan kesiapan rumah sakit dan tenaga kesehatan jika terjadi persebaran HMPV di Indonesia. Semua sarana dan prasarana penunjang harus siap, serta pemahaman tenaga kesehatan dalam menghadapi virus HMPV harus mumpuni. “Komisi IX DPR RI akan terus mengawasi dan mendorong kebijakan kesehatan yang efektif,” pungkasnya.[dnl]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK