Wacana WFH Mingguan: Solusi Hemat BBM atau Malah Matikan Rezeki Ojol dan UMKM?
FAKTANASIONAL.NET - Pemerintah tengah mengkaji serius rencana penerapan kebijakan Work From Home (WFH) satu hari dalam sepekan bagi pekerja. Meski terlihat menarik dari sudut pandang efisiensi energi, wacana ini memicu perdebatan panas pada Rabu, 25…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Pemerintah tengah mengkaji serius rencana penerapan kebijakan Work From Home (WFH) satu hari dalam sepekan bagi pekerja. Meski terlihat menarik dari sudut pandang efisiensi energi, wacana ini memicu perdebatan panas pada Rabu, 25 Maret 2026.
Fokus utamanya adalah bagaimana nasib ekosistem ekonomi yang selama ini hidup dari mobilitas pekerja kantoran, seperti ojek online (ojol), pedagang kaki lima, hingga pelaku UMKM di area perkantoran.
Anggota DPR mengingatkan bahwa WFH jangan hanya dipandang sebagai alat penghemat BBM semata. Ada jutaan orang yang menggantungkan hidupnya pada aktivitas fisik di pusat kota.
Jika jutaan ASN dan karyawan swasta tetap di rumah, maka pendapatan jasa transportasi dan warung makan akan anjlok drastis. Kebijakan ini dianggap hanya efektif sebagai solusi jangka pendek untuk merespons harga minyak dunia, namun berisiko merusak daya beli masyarakat kecil jika dipaksakan dalam jangka panjang.
Pemerintah ditekankan untuk membuat proyeksi yang lebih menyeluruh sebelum mengetuk palu. Sebab, tidak semua sektor pekerjaan bisa dilakukan dari jarak jauh tanpa menurunkan kualitas kinerja.
Transparansi dalam pembagian sektor mana saja yang bisa menerapkan WFH sangat dinantikan agar tidak terjadi ketimpangan. Hingga saat ini, skema tersebut masih dalam tahap penggodokan mendalam untuk memastikan produktivitas nasional tetap terjaga tanpa mematikan sektor jasa pendukung.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.